Pengangguran Capai 68 Ribu

0
152
RATUSAN pencari kerja saat melamar di Kawasan Industri Batamindo Mukakuning Batam, belum lama ini. f-zakmi/tanjungpinang pos

Kepri Masuk Posisi 26 Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat, lebih dari 68 ribu warga Kepri pengangguran atau sekitar 6,43 persen dari jumlah penduduk. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, Kepri masuk urutan 26 di Indonesia.

TANJUNGPINANG – Kepala bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kepri, Zunadi mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi sampai Februari 2018 ini masih didominasi Provinsi Jawa Barat sebesar 8,16 persen. Sedangkan yang paling terendah adalah Provinsi Bali, yakni 0,86 persen. Meskipun demikian, jika diurutkan per Agustus 2016, TPT Provinsi Kepri 7,69 persen pada Februari 2017, turun menjadi 6,44 persen. Kemudian pada Agustus 2017 naik lagi menjadi 7,16 persen, serta terakhir pada Februari 2018 sekitar 6,43 persen.

”TPT di perkotaan lebih tinggi dibandingkan TPT pedesaan,” ujar Zunaidi kepada wartawan di Kantor BPS Kepri.

Lebih lanjut, Zunadi menceritakan, rata-rata jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2018 sebanyak 1.065.553 orang, naik 99.462 orang dibanding Agustus 2017 (semester lalu) dan naik 12.138 orang dibanding Februari 2017 (setahun yang lalu).

Komponen pembentuk Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran. Penduduk yang bekerja pada Februari 2018 sebanyak 996.994 orang, naik 100.063 orang dibanding keadaan semester lalu dan bertambah 11.375 orang dibanding keadaan setahun yang lalu.

Sementara itu, jumlah pengangguran sebanyak 68.559 orang, mengalami penurunan sekitar 601 orang dibanding semester lalu dan bertambah sebanyak 763 orang dibanding setahun yang lalu.

Sejalan dengan naiknya jumlah Angkatan Kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan. TPAK pada Februari 2018 tercatat sebesar 71,85 persen, naik 5,44 persen poin dibanding semester lalu dan turun sebesar 1,62 persen poin dibanding setahun yang lalu. Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Berbagai kebijakan pemerintah terkait penciptaan lapangan kerja tampaknya cukup berhasil menekan tingkat pengangguran, ditunjukkan oleh TPT yang bergerak turun dari 6,44 persen pada Februari 2017 menjadi 6,43 persen pada Februari 2018.

TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan. Pada Februari 2018, TPT di perkotaan sebesar 6,45 persen, sedangkan TPT di perdesaan hanya 6,32 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran di perkotaan sebesar 0,33 persen poin dan peningkatan TPT di perdesaan sebesar 2,32 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2018, TPT untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 11,98 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 6,52 persen.

Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SMP dan SMA. Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah cenderung kecil yaitu sebesar 3,83 persen.

Kondisi ketenagakerjaan baik menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada. Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor perdagangan, sektor industri, sektor pemerintahan dan sektor pertanian secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kepri.

Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2018, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, yaitu sektor administrasi pemerintahan sebanyak 143.207 (35,50 persen).

Sektor jasa kesehatan sebanyak 24.482 orang (33,57 persen), sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 58.342 orang (13,19 persen), sektor jasa lainnya sebanyak 70.844 orang (11,12 persen) dan sektor konstruksi sebanyak 66.844 orang (4,25 persen).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertambangan, listrik, air dan gas sebanyak 11.911 orang (23,13 persen), sektor jasa keuangan sebanyak 12.870 orang (21,88 persen), sektor komunikasi dan real estate sebanyak 7.972 orang (18,34 persen), sektor jasa perusahaan sebanyak 22.997 orang (17,79 persen).

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 72.508 orang (10,08 persen), sektor pertanian dan perikanan sebanyak 113.373 orang (8,92 persen), sektor industri pengolahan sebanyak 152.817 orang (5,42 persen), sektor perdagangan sebanyak 180.940 orang (3,04 persen) dan sektor jasa pendidikan sebanyak 57.887 orang (2,17 persen).(SUHARDI)

Pengangguran dari Segi Pendidikan

Lulusan Persentase
SMA/SMK/MA 11,98 persen
SMP 6,52 persen
SD 3,83 persen

Kepri posisi tertinggi 26 di Indonesia
Bali masuk posisi terendah
Jabar masuk posisi 1 tertinggi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here