Pengawas Silang Berlaku di UNBK

0
1249
SISWA-SISWI SMAN 2 Tanjungpinang saat simulasi UNBK, beberapa waktu lalu.f-martunas/tanjungpinang pos

Disdik Kepri Tempatkan Guru dari Sekolah Berbeda

Dinas Pendidikan Pemprov Kepri tetap memberlakukan sistem pengawas silang saat penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) baik itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

TANJUNGPINANG – KEPALA Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs Atmadinata M.PD mengatakan, sistem pengawas silang yang dimaksud adalah, guru pengawas di datangkan dari sekolah lain untuk mengawas di sekolah berbeda.

”Jadi, pengawas di sekolah itu berasal dari sekolah lain. Tidak bisa guru di sekolah tersebut mengawasi di sekolahnya. Harus dari sekolah lain. Makanya, pengawasan sistem silang,” ujar Atmadinata via ponselnya.

Dijelaskannya, guru pengawas yang didatangkan dari sekolah lain pun, bukan guru yang mengajar mata pelajaran yang di-UN-kan. Namun, pengawas yang didatangkan adalah guru yang mengajar mata pelajaran nonUN.

Baca Juga :  Meski Satu Rombel, SMAN 7 Tetap Jalan

Tujuannya, agar guru yang mengawas tidak mengajari anak atau tidak memberi jawaban kepada anak. Karena selama UN, siswa harus mandiri. Pengawasan seperti ini, kata dia, sudah lama dilakukan untuk Ujian Nasional. Untuk UNBK, tambahnya, ketika siswa sudah selesai menggelar ujian, maka jawaban mereka akan dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Sudah ada server kementerian yang akan menampung semua hasil UN siswa. Hasil UN ini langsung dikirimkan begitu selesai ujian. Nanti pusat yang mengolah datanya,” bebernya.

Beda dengan UNKP, hasil ujian mereka akan diantar ke Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepri. LPMP ini di bawah Ditjend Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayan RI yang berkantor di Bintan. Kemudian, LPMP ini akan melakukan scanning lembar jawabannya untuk selanjutnya dikirim ke pusat.

Baca Juga :  Jelang UN, Siswa SMP Tryout

Atma, panggilan akrab Atmadinata mengatakan, UN merupakan kewajiban untuk diikuti siswa. Namun, UN bukan penentu kelulusan siswa. Meski demikian, UN tetap wajib diikuti.

Yang berperan besar menentukan kelulusan siswa adalah Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBN). Adapun mata pelajaran yang akan diujikan di USBN yakni 9 mata pelajaran untuk sekolah yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006 dan 10 mata pelajaran untuk sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Jumlah ini di luar mata pelajaran lokal lainnya seperti TIK (Teknik Informatika Komputer), Bahasa Arab-Melayu maupun mata pelajaran muatan lokal lainnya.

Baca Juga :  Madrasah Belum Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Rencananya, USBN SMK pada 12-14 Maret hari ini, USBN SMA pada 19-22 Maret dan USBN SMP pada 7-9 Mei. Jadwal Ujian Nasional baik UNBK-UNKP, untuk SMK pada 2-5 April, SMA pada 8-11 April, SMP pada 23-26 April, Paket B dan C pada 4-7 Mei.

UNBK susulan SMK pada Selasa, 17 April untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Rabu, 18 April untuk Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here