Pengelolaan Waduk Tembesi Jadi Polemik

0
100
Warga saat melakukan kegiatan penghijauan di sekitar Waduk Tembesi beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Pengelolaan waduk di Batam biasanya menjadi wewenang BP Batam. Namun, untuk waduk Tembesi, Pemko malah mengajukan agar dikelola kementerian. Pemerintah Kota Batam meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengelola waduk Tembesi. Harapannya, pengelolaan di bawah Kementerian PUPR akan mendorong hasil maksimal dalam memenuhi kebutuhan air bagi warga Batam. Saat ini waduk Tembesi yang dibangun Kementerian PUPR, bersama BP Batam, masih proses desalinasi.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar menyebutkan, pihaknya sudah menyurati Kementerian PUPR. Kedepan pengelolaan waduk Tembesi diharapkan dilakukan PUPR di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, demi menjamin ketersediaan air bersih warga.

”Kami surati pemerintah pusat, meminta agar Waduk Tembesi dan waduk-waduk yang baru dikelola Kementerian PU saja,” katanya.

Suhar mengatakan, berkurangnya debit air di waduk terjadi karena tidak adanya perawatan. Sementara jika ditangani Kementerian, maka akan lebih terawat karena memiliki anggaran untuk itu. ”Kalau dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, itu ada operasional perawatan. Mereka ada Balai Wilayah Sungai di sini,” ujar dia beralasan.

Operasional perawatan, kata dia, penting untuk memastikan waduk berfungsi sebagaimana sedia kala. Selain itu, bila pengelolaan waduk diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, maka kepentingan masyarakat akan didulukan ketimbang swasta dan bisnis.

”Kementerian PU adalah pemerintah, yang diutamakan masyarakat,” kata dia.

Dikatakan, pemerintah kota tidak meminta untuk mengelola waduk sendiri, dan menyerahkan kepada Kementerian PU. Waduk Tembesi kini sudah dapat dimanfaatkan, namun masih menunggu pengelolaannya. Dimana, Dam Tembesi merupakan waduk yang dibangun dengan cara membendung laut, sehingga butuh proses menghilangkan kadar garam dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi.

”Kami tidak minta mengelola, tapi minta dikelola Kementerian PU,” tegasnya lagi.

Seperti disebutkan BP sebelumnya, kapasitas Dam Tembesi diperkirakan akan mencapai 600 liter per detik akan dialirkan dengan jaringan pipa air bersih yang telah dibangun sebelumnya. Selain Waduk Tembesi, Pemko juga mendorong agar Waduk Sei Gong di Pulau Galang yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Saat ini waduk-waduk yang terdapat di pulau utama dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, yang kemudian pemanfaatannya diserahkan kepada swasta.

Dari tujuh waduk yang ada di pulau utama, satu di antaranya sudah tidak dapat difungsikan, yaitu Dam Baloi. Dam yang berada di Sei Harapan Juga sudah terancam mengering. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here