Pengembangan Batam ke Jasa

0
107
Edy Putra Irawady

Target Layani Seluruh Barang Indonesia

Selain sektor industri dan pariwisata, pengembangan Batam diarahkan ke sektor jasa. Inilah sektor yang tidak memerlukan biaya besar, namun bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat.

BATAM – HAL ini disampaikan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady saat bertemu dengan sejumlah pengusaha jasa, Kamis (14/3) di Batam. ”Sekarang kita ke arah pengembangan jasa,” jelas Edy.

Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengumpulkan pengusaha dibidang jasa di Batam yakni pengembangan jasa keuangan, kesehatan dan jasa logistik. Tiga sektor ini akan mendongkrak ekonomi Batam ke depan.

”Yang mau eksekusi cepat, jasa logistik, medis dan keuangan. Makanya saya panggil ahlinya,” ungkap Edy.

Kata dia, finansial distrik akan dikembangkan di Batam untuk menarik uang dari mancanegara, masuk. Pengembangan jasa sangat potensial di Batam karena biaya tidak mahal. Namun dampaknya bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sangat besar.

”Ini juga bagi sektor transportasi. Ini dampaknya pada peluang pada transportasi. Jadi mereka akan menggunakan pelayaran kita,” harap Edy.

Kata dia, Dewan Kawasan (DK) juga menekankan untuk BP saat ini, mengembangkan jasa, dengan promosi. Sehingga BP saat ini dan ke depan, lebih pada bisnis. ”Kita harus orientasi bisnis. Maka hari ini kita lihat soal ini masalah jasa perlu dikembangkan,” tegasnya.

Dengan demikian, dinilai perlu untuk menjadikan dan mengembangkan Batam sebagai pelabuhan hub. Sehingga, ke depan barang di Indonesia, semua melalui Batam. ”Ini karena jasa memiliki nilai tambah yang tinggi,” sambungnya.

Disebutkan, terkait dengan kesehatan, Batam memiliki potensial menjadikannya, menjadi unggulan. ”Kita jualan jasa kesehatan. Orang bilang, itu turis kesehatan. Sehingga orang berobat spesial. Berobat sekaligus wisata,” harapnya.

Untuk sektor kesehatan, Batam memiliki kelebihan dengan statusnya Free Trade Zone (FTZ). Dokter asing bisa praktik di Batam. Dengan demikian, bisa membuka rumah sakit kelas internasional.

Jika rumah sakit internasional hadir di Batam, maka warga Indonesia tidak perlu lagi berobat ke Malaysia atau Singapura. Mereka akan datang ke Batam.

Asisten Deputi I Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi membenarkan, pentingnya mengembangkan sektor jasa di Batam. Dinilai, Batam kawasan yang sangat potensial.

”Apalagi di area perdadangan bebas. Mengubah nilai value, pembauran ruang dan jasa penting dilakukan,” ujar Edi.

Dinilai Batam memiliki sektor jasa head to head termasuk jasa medis. Jasa medis ini harus diperhatikan. Selain itu, juga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan startup.

”Pariwisata juga bisa integrasi. Karena banyak resor untuk mancanegara. Finansial/keuangan sangat tepat di Batam. Termasuk offsor international financial centre,” sarannya.

Dengan jasa keuangan itu, maka orang luar negeri yang masuk Batam, bisa menarik uang. Sehingga, akan banyak orang luar negeri yang memindahkan uangnya ke Batam.

”Kita ingin uang luar masuk Batam, maka harus kita siapkan penampungannya. Batam sangat strategis untuk financial centre,” tegas Edi.

Dinilai, keberadaan bank central tidak akan terganggu dengan keberadaan financial centre. Batam dinilai akan bisa bersaing dengan negara lain. ”Kita perlu siapkan, harus ada inovasi untuk financial distrik di sini,” imbuhnya.

Rencana BP Batam ini juga mendapat apresiasi dari pelaku Usaha Perkapalan Jhon W Sujipto. Kata dia, Batam sangat potensial. Hanya saja, biaya di Batam mahal.

”Kami sudah memberikan masukan untuk diperbaiki. Tapi yang pasti, PP No.15 2015 tentang PNBP penting diperhatikan,” pesannya.

Dinilai, biaya pelabuhan di Batam sangat mahal dibanding daerah lain. Sehingga, langkah BP membenahi biaya di pelabuhan, sebagai langkah maju.

”Kita lebih mahal dari Singapura apalagi Thailand. Cukup miris kita dengar dari kepala Kanpel, sudah mahal, tapi produktivitas rendah. Hanya 5 box per jam (bongkar muat),” imbuhnya.

Namun dengan komitmen yang dimiliki BP saat ini, pihaknya optimis pengembangan ekonomi ke depan. Diharapkan rencana itu terealisasikan. Penting integrasi antara imigrasi dan Syahbandar.

”Kalau tidak, akan selalu mahal dan lambat. Langkah BP ini baik untuk menyikapi itu,” harap dia mengakhiri.(MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here