Pengembangan Perekonomian Pulau Terpencil Butuh Pemberdayaan UKM

0
320
Marudur Hutagalung, S.IP

Oleh : Marudur Hutagalung, S.IP
Pengamat Pengembangan Pulau Pesisir dan Konsultan Market Reseacrh di Perusahaan Swasta

Perkembangan industri pariwisata di Pulau Bintan memiliki progresifitas yang cukup tinggi. Bahkan segmen ini merupakan penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan sebesar 51% khususnya Pajak Hotel dan Pajak Restauran. Berdasarkan kondisi riil di lapangan sangat wajar mengingat Bintan sudah sejak lama memberikan perhatian pada pengembangan pariwisata khususnya Kawasan Lagoi hingga pinggiran pantai Trikora.

Satu hal yang masih menjadi pertanyaan, sejauh apa dampak pengembangan Pariwisata terhadap masyarakat sekitar Pulau Bintan dan bagaimana upaya Pemda dalam mengembangkan potensi ekonomi wisata bagi masyarakat pulau-pulau terpencil khususnya pelaku UKM, sehingga focus pengembangan seharusnya tidak menjurus sentralistik namun merata ke pulau-pulau pinggiran Bintan.

.Jika dilihat berdasarkan kondisi yang ada sesungguhnya kemajuan sektor pariwisata di pulau Bintan dapat dijadikan pilot project atau landasan program kerja pemerintah untuk menemukan Solusi alternative yang mampu mengelaborasikan antara pelaku Industri Wisata besar dan UKM. Dalam hal ini akan sangat dibutuhkan sebuah integrasi program pengembangan pariwisata di Bintan dan Pulau-pulau terpencil yang melibatkan beberapa Group Interrest baik lintas Pemda, Pengusaha dan Pelaku UKM.

Beberapa point yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan oleh Pemda;
Pertama; Hampir seluruh sektor wisata khususnya resort bersifat eksklusive area sehingga tidak berdampak besar bagi sektor UKM, faktanya masih banyak pelaku UKM khususnya pedagang lebih memilih mengambil peluang ekonomi dari lokasi-lokasi pinggiran area resort.
Kedua ; Dari serapan tenaga kerja, berapa banyak jumlah warga Bintan maupun pulau terpencil yang masuk pada sector pariwisata? Faktanya, putera daerah hingga kini masih banyak mengalami kesulitan untuk bekerja di lokasi-lokasi resort ternama karena keterbatasan skill dan tuntutan kualifikasi pekerjaan, ini belum lagi putera daerah harus bersaing dengan warga luar daerah termasuk isu primordialisme dalam rekruitmen tenaga kerja.
Ketiga ; Upaya Pemda dalam mendukung pelaku UKM dibeberapa pulau terpencil saat ini masih terpusat pada program bantuan modal. Padahal secara gamblang sebesar apapun upaya pengembangan UKM di pulau-pulau terpencil sebenarnya tidak akan maksimal ketika sebuah produk yang diproduksi UKM tidak dikawal dengan strategy distribusi produk ke pasar luar pulau. Artinya produk UKM seharusnya bukan untuk menyerap potensi pasar localsemata namun juga potensi pasar dari luar.
Keempat ; Ketika daerah luar Kepri sedang gencar-gencarnya menyerap peluang pasar eCommerce dan digitalisasi UKM untuk go Internasional, pelaku UKM di Pulau Bintan dan Pulau-pulau terpencil seakan redup tanpa sinar. Masalahnya bukan pada pelaku UKM namun kemauan Pemda untuk menemukan inovasi pasar yang masih lemah.

Solusi Alternative Bagi Pulau Pesisir
Pemkab Bintan & Tanjungpinang dapat berkolaborasimelalui pengembangan kawasan pesisir sekitaran pulau Bintan dengan prioritas pemberdayaan UKM dan eksplorasi potensi ekonomi di pulau-pulau terpencil. Pemda dapat melakukan partnership dengan pelaku pariwisata eksisting untuk turut memberikan kontribusi khusus bagi pengembangan wisata pulau terpencil dalam bentuk pendanaan atau bangunan.

Akan lebih maksimal jika program ini dikembangkan melalui paket wisata, misalnya wisatawan melakukan kunjungan ke 5-6 pulau terluar untuk mengelilingi pulau Bintan sampai ke Pulau Penyengat dalam waktu 3 hari atau 1 minggu. Program ini bisa diwujudkan melalui sinergifitas Pemda melalui program kerja, regulasi atau koordinasi Lembaga khusus pemerintah (BUMD), atau mengarahkan pembentukan Joint Venture antara beberapa pelaku bisnis wisata dan tentunya melibatkan pelaku UKM sebagai central player ditiap-tiap pulau terpencil.

Pemda perlu membentuk SMEs Market Centre sebagai pusat belanja bagi wisatawan di tiap-tiap pulau. Pembentukan SMEs Market Centre kedepan dapat ditingkatkan melalui digitalisasi UKM pulau terpencil agar mampu menembus pasar nasional dan global. Dalam hal ini SMEs Market Centre dapat menjadi ‘Rumah produksi’ dan berfungsi sebagai ‘Small warehouse’ yang akan mendistribusikan produknya ke pulau Bintan untuk selanjutnya diteruskan kepasar luar.

Pengembangan lain yang perlu dilakukan adalah diversifikasi potensi ekonomi eksisting, misalnya lokasi kerambah pulau Mapur atau Kelong ditingkatkan menjadi wisata kuliner berbasis perikanan atau kegiatan bakti sosial dan adventure activity (rule model adventure activity bisa dilihat pada sample Loola resort).Sebenarnya business model begini sudah berjalan di resort tertentu namun masih sebatas program secondary bukan primary karena sampai sekarang belum ada upaya integrasi program pariwisata secara baku untuk menggiring wisatwan dari Pulau Bintan agar masuk ke pulau terpencil.Singkatnya, upaya pengembangan potensi perekonomian bagi pulau Bintan dan pulau-pulau terpencil sebaiknya saling terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here