Pengembangan Tanjungpinggir Terganjal Lahan

0
255
KEPALA BP Batam, Lukita saat rapat pengembangan Tanjungpinggir, baru-baru ini. f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Rencana Badan Pengusahan (BP) Batam mengembangkan kawasan Tanjungpinggir untuk kawasan terpadu, termasuk pariwisata, masih menunggu Persero Batam, menyelesaikan persoalan lahan dengan mitranya.

Nantinya pembangunan akan di bawah koordinasi Biro Pariwisata BP Batam yang saat ini masih menunggu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita mengatakan, rencana kawasan seluas 230 hektare itu belum bisa dipastikan. ”Kami masih menunggu Persero menyelesaikan lahannya. Karena mereka punya lahan di sana. Itu yang belum selesai. Perkembangan terakhir Persero pemilik lahan dan Pelindo 1 akan berkordinasi dengan investor,” ungkap Lukita.

Sementara terkait Biro Pariwisata yang akan menangani pembangunan destinasi dan agenda pariwisata, masih menunggu Menpan RB. Walau beberapa waktu lalu sudah diajukan ke pemerintah pusat dan secara langsung disampaikan ke Menpan RB, Asman Abnur, namun panggilan belum diterima BP. ”Kita masih menunggu Menpan. Kita belum ada bertemu lagi. Kalau sudah ada, saya akan informasikan kelanjutan Biro Pariwisata yang kami usulkan ke Menpan RB,” jelasnya.

Menurutnya, pembentukan Biro Pariwisata memang harus dibahas di Menpan. Jika Biro Pariwisata sudah terbentuk, pengembangan destinasi wisata akan lebih maksimal. Termasuk untuk mengembangkan pariwisata di wilayah Rempang dan Galang, sebagaimana disampaikan Deputi BP Batam, Bambang.

Walau Rempang Galang potensial untuk pengembangan pariwisata, namun pembahasan di pusat, diakui belum ada. ”Rempang dan Galang, belum ada pembicaraan di pusat. Saya lebih fokus dulu menyelesaikan masalah di Batam,” imbuhnya.

Selain BP Batam, PLN Batam juga berharap Rempang Galang bisa dikembangkan. Dari segi daya, PLN Batam mengaku siap menyuplai. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here