Pengerjaan Pipa IPAL Dievaluasi

0
138
Salah satu proyek penggalian pipa di sisi jalan raya di Batam beberapa waktu lalu. f-dokumentasi tanjungpiang pos

BATAM – Pekerjaan konstruksi pipa untuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan Bengkong, dievaluasi Badan Pengusahaan (BP) Batam. Evaluasi dilakukan setelah banyak komplain dari warga yang deka?t pengerjaan. Namun evaluasi dilakukan untuk membenahi metode pengerjaan, karena ada pengerjaan dilakukan kontraktor, menyebabkan kerusakan aspal dan lainnya.

Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto, Senin (28/5) di Batam, mengungkapkan jika pengerjaan dievaluasi untuk pembenahan. Namun evaluasi tidak menghentikan proyek yang berjalan. Sehingga proyek pengerjaan tetap sesuai target, selesai pada 2020, sejak dikerjakan tahun 2017 lalu. Komplain diakui lebih banyak di lingkungan perumahan. ”Pekerjaan tiga tahun, mulai tahun 2017 sampai 2020. Ini kerjasama Indonesia dengan Korsel dengan anggaran pinjaman lunak sekitar 50 juta dolar AS,” katanya.

Sebagaimana disampaikan, pengerjaan kontruksi pipa saat ini diakui sudah mencapai 15 persen. Panjang pipa yang akan dibangun, sekitar 114,3 km. ”Panjang pipa utama 41,8 km dan pipa sekunder 72,5 km. Pipa ini akan terhubung ke 11 ribu sambungan rumah, dengan panjang kurang lebih 500 meter,” bebernya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan dan Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, komplain yang diterima akibat pekerjaan kontraktor, beragam. Di antaranya, turun atau amblasnya aspal akibat pekerjaan konstruksi pipa. Ada juga pengecoran, termasuk becek, debu dan sebagainya.

”Seperti di Sukajadi, tanahnya gembur karena dekat area hutan lindung. Jadi saat pengerjaan, air mesti dipompa dulu supaya kering. Tapi ternyata masih ada sisa air saat dipadatkan,” jelasnya.

Disebutkan, beberapa kali kejadian penurunan aspal pasca pekerjaan konstruksi pipa, terjadi. Karena itu, mereka mengakomodir komplain masyarakat dan melakukan evaluasi. ”Ada subcon yang tidak melakukan pekerjaan sesuai metodologi dan SOP. Ada beberapa yang terpaksa kami putus kontraknya,” tegasnya.

Terkait komplain masyarakat, pihaknya juga menyampaikan terima kasih, sehingga pengerjaan pipa-pipa itu berjalan sesuai dengan ketentuan. Pihaknya diakui terus memantau pekerjaan konstruksi pipa tersebut dan mengakomodir aspirasi masyarakat, sehingga tidak merugikan masyarakat. ”Kita harapkan dukungan masyarakat, karena dampaknya akan dirasakan masyarakat,” imbaunya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here