Pengerjaan Proyek Setengah Triliun Dimulai

0
305
Foto bersama usai doa selamat dalam rangka dimulainya pekerjaan Penataan Kawasan Pantai Gurindam 12 di Ocean Corner, Taman Laman Bunda, Tepi Laut, Tanjungpinang, Jumat (12/10) kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, salah satu kelengkapan yang harus dimiliki oleh daerah kepulauan yang mengedepankan potensi kelautan adalah kelengkapan infrastrukur.

Pembangunan jalan lingkar beserta kelengkapan lainnya dalam proyek Gurindam 12 merupakan instrumen yang tepat selain dapat memberikan nuansa baru bagi wajah Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.

Proyek Gurindam 12 ini dibangun pakai APBD Pemprov Kepri sekitar Rp510 miliar selama tiga tahun. DPRD Kepri sudah menyetujui proyek multiyears tersebut.

”Semoga pengerjaan kawasan Gurindam 12 berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Nurdin saat acara doa selamat dalam rangka dimulainya pekerjaan Penataan Kawasan Pantai Gurindam 12 di Ocean Corner, Taman Laman Bunda, Tepi Laut, Tanjungpinang, Jumat (12/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kajati Kepri Asri Agung Putra, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, sejumlah kepala OPD beserta tamu undangan lainnya.

Gubernur Nurdin yakin dengan telah selesainya proyek ini nanti, banyak kegiatan strategis yang dapat dikembangkan. Seperti perlombaan-perlombaan laut yang lebih bisa dinikmati masyarakat dengan maksimal, kawasan yang luas yang dapat digunakan untuk kegiatan besar dan Nurdin mengkhususkan untuk menggelar kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di samping dapat juga digunakan untuk kegiatan lainnya.

”Berbagai kegiatan besar dapat digelar di titik lokasi ini dan lebih khusus lagi dapat mengurai kemacetan serta meningkatkan perekonomian daerah,” lanjut Nurdin.

Nurdin menceritakan, bahwa diberikannya nama Gurindam 12 sendiri berkaca dari posisi letak kawasan yang sedang dalam pembangunan ini, berada tepat di depan Pulau Penyengat.

”Itu menjadikan dasar karena Gurindam 12 lahir di Pulau Penyengat,” cerita Nurdin.

Nurdin juga meyakinkan bahwa pengerjaan proyek ini akan tetap berjalan dan ditargetkan dapat selesai pada tahun 2020 mendatang.

”Pembangunan memang mahal tapi kita akan tetap fokus, tidak akan mengorbankan kegiatan lainnya,” tambah Nurdin.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustaz Duduy Sa’dullah, selanjutnya pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Kepri Abdul Razak.

Rombongan kemudian menuju ke titik lokasi di laut yang telah terdapat tongkang berisi batu beserta eskavator kemudian meletakan batu pertama secara remsi ke laut yang dilakukan Gubernur.

Kajati Kepri Asri Agung Putra menegaskan, pelaksanaan proyek pembangunan Tepilaut, Tanjungpinang proses kelengkapan administrasi yang sudah berlangsung semuanya. Sudah dilakukan secara normatif dan memenuhi semua kaedah-kaedah hukum.

”Hari ini sudah memulai. Artinya, kontrak sudah ditandatangani. Ke depan kita kawal lebih intensif lagi. Tidak ada satu yang dikesampingkan,” tegas Asri kepada awak media di Tepilaut, Jumat (12/10).

Asri mengajak semua pihak turut serta mengawasi poyek yang dibangun menggunakan uang rakyat, tidak hanya pejabat pemerintah. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here