Pengganti AW Mengarah ke Rini

0
513
RAPAT: Ketua DPRD Kepri dan anggota Panlih membahas proses pemilihan Cawagub kepri di Dompak, Senin (13/11) kemarin. f-istimewa/humas dprd kepri

DOMPAK – Siapa pengganti Agus Wibowo (AW) sebagai Cawagub Kepri belum ditetapkan. Namun, mulai mengarah ke Rini Fitrianti, putri almarhum HM Sani.

Saat pertemuan dengan parpol pengusung Sani-Nurdin (Sanur) beberapa waktu lalu di Batam, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengusulkan nama Rini untuk ditetapkan pengganti AW.

Namun, saat pertemuan itu perwakilan Partai Demokrat tidak hadir. Sehingga belum ada keputusan. Setidaknya, petinggi parpol pengusung lainnya sudah tahu siapa sosok yang diinginkan Gubernur.

Senin (13/11) kemarin, Gubernur sudah menjadwalkan kembali pertemuan dengan pimpinan parpol pengusung Sanur di Dompak. Namun, tiga petinggi parpol lainnya tidak hadir.

Yang hadir saat itu adalah Abdul Basit Haz, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri dan H Nurdin Basirun Ketua DPW NasDem Kepri.

Petinggi PPP, Partai Demokrat dan Gerindra tidak bisa hadir dengan alasan sedang di luar kota dan lainnya. Sarafuddin Aluan pimpinan PPP Kepri ini misalnya sedang berada di Makassar.

Abdul Basit mengatakan, sebenarnya gubernur ingin secepatnya terpilih Cawagub Kepri mengingat tugasnya cukup berat memimpin Kepri ini sendiri. ”Ingin cepat. Pak gubernur ingin cepat terpilih wakil gubernur. Selama ini, gubernur memberi kesempatan kepada kandidat untuk melakukan pendekatan agar mendapat dukungan sebanyak-banyaknya dari parpol pengusung,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Senin (13/11).

Abdul Basit menjelaskan, dirinya sudah menghubungi para pimpinan parpol pengusung Sanur, kemarin. Namun, karena tidak bisa hadir, mereka mengagendakan melakukan pertemuan pada, Kamis (16/11) nanti.

Jika pertemuan Kamis nanti jadi dilakukan, maka itu pertemuan ketiga kalinya yang digagas gubernur sejak AW menyatakan mundur dari Cawagub beberapa pekan lalu.

Para pimpinan parpol pengusung Sanur sudah janji akan hadir saat pertemuan Kamis mendatang. Dan diharapkan, sudah ada komitmen bersama atau solusi untuk menetapkan satu nama.

Saat ini, masih ada tiga Cawagub yang berpeluang diusulkan yakni Rini Fitrianti (putri HM Sani), Mustofa Widjaja (mantan Kepala Badan Pengusahaan/BP Batam) dan Fauji Bahar (mantan Wali Kota Padang). Sedangkan nama AW sudah gugur.

Diharapkan, Partai Demokrat sudah punya nama untuk diusulkan menggantikan AW. ”Saya yakin Demokrat bisa mengusulkan nama satu atau dua hari ini. Kan rugi mereka kalau tak ada nama yang diusulkan,” tambahnya.

Saat pertemuan Kamis nanti, diharapkan sudah mengarah kepada satu nama. Kandidat kuat satu nama itu adalah Rini. PKB sendiri bisa beralih mendukung Rini bila itu suara terbanyak.

Karena, saat pertemuan nanti akan dilakukan musyawarah mufakat untuk untuk menetapkan satu nama. ”Politik itu dinamis. Kalau itu suara terbanyak (Rini), kita ikut,” ungkapnya.

Namun, tantangan tetap ada. Jika pada Kamis nanti sudah ada satu nama yang ditetapkan, maka si kandidat wajib mendapatkan rekomendasi atau persetujuan dari DPP parpol pengusung.

PKB sendiri, kata dia, tidak rumit soal penetapan nama itu di pusat. Jika di daerah sudah setuju, maka DPP akan menyetujui. Lalu, bagaimana dengan persetujuan DPP parpol pengusung lainnya?

”Tetap harus ada surat rekomendasi atau persetujuan dari DPP,” tegasnya.

Gubernur mengusulkan nama Rini sudah melalui berbagai pertimbangan. Atas masukan dari gubernur, parpol pengusung diharap bisa mendukungnya karena ke depan, nama itulah atau Isdianto yang akan menjadi pendamping gubernur memimpin Kepri ini. PKB sendiri akan mendukung pilihan gubernur. ”PKB akan ikut. Kalau kita paksakan calon lain, bagaimana kalau tak cocok? ungkapnya.

Di mata Abdul Basit, Rini sosok yang dekat dengan semua parpol pengusung. Apalagi, Rini juga intens komunikasi dengan gubernur. Saat ditanya tentang isu Isdianto (cawagub) akan melawan kotak kosong, Abdul Basit menegaskan, undang-undang tidak membenarkannya. ”Itu impossible. Tak ada diatur di undang-undang,” tegasnya.

Belakangan ini, muncul isu-isu bahwa satu nama yakni Isdianto akan tetap diproses pemilihannya di DPRD Kepri. Meski tidak ada pesaingnya, namun tetap akan dilanjutkan.

Padahal, sebelumnya pihak Kemendagri sudah menyatakan, pemilihan Cawagub Kepri tidak bisa dilakukan jika hanya satu kandidat. Tetap minimal dua kandidat yang diusulkan.

Proses pemilihan Cawagub Kepri tak bisa dilakukan sejak AW mengundurkan diri. Sehingga, parpol pengusung harus mengusulkan nama baru pengganti AW.

Nama pengganti ini yang belum disepakati karena masing-masing parpol pengusung sudah ada jagoannya. Seperti PKB yang mengusung Isdianto-Mustofa Widjaja, PPP mengusung Isdianto-Fauji Bahar, Partai Demokrat mengusung Isdianto-AW, Nasdem mengusung Isdianto-Rini dan Gerindra mengusung Isdianto-Mustofa Widjaja.

Pemilihan Cawagub Kepri diharapkan sudah selesai November sesuai masa tugas Panitia Pemilihan (Panlih) Cawagub di DPRD Kepri. Tuntaskah?

Panlih Deadline Parpol Pengusung 7 Hari
Panitia Pemilihan Wakil Gubernur (Panlih Wagub) Kepri memberikan batas waktu (deadline) terakhir kepada partai pengusung untuk segera mengusulkan satu nama calon pengganti AW melalui gubernur. Berdasarkan ketentuan, Panlih akan memberikan waktu tujuh hari terhitung surat dilayangkan.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa DPRD Kepri telah menyurati gubernur dua kali yaitu pada 18 Oktober dan 1 November lalu. ”Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda gubernur akan mengusulkan satu nama lagi,” kata Jumaga di ruang rapat DPRD, Senin (13/11).

Ketua DPRD Jumaga Nadeak selanjutnya akan menyurati partai pengusung melalui gubernur untuk melanjutkan proses pemilihan yang ada. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here