Penggiat Wisata dan Dispar Kerja Sama

0
331
WISATAWAN asal Vietnam saat berkunjung ke Anambas untuk wisata dan mengunjungi makam keluarganya yang merupakan eks pengungsi. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Pengembangan sektor pariwisata terus digalakkan oleh Dinas Pariwisata dan budaya (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), membutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak dan yang paling penting peran serta masyarakat.

ANAMBAS – Disparbud juga akan bekerjasama dengan penggiat-penggiat pariwisata, yang berada di Kota Batam. Pihaknya juga telah membuat sejumlah agenda kegiatan berskala besar yakni dalam waktu dekat akan ada wisatawan eks Vietnam dengan jumlah besar.

Mereka berkunjung ke Anambas menggunakan kapal Cruss dan berangkat dari Kota Batam dan singgah ke Pulau Galang di Batam lalu menuju ke Anambas. Wisatawan asal Vietnam itu akan mengunjungi sejumlah titik spot wisata religi.

”Sekitar tanggal 10 hingga 18 April mendatang akan ada Tapak Tilas, atau bisa disebut wisata religi yakni mantan eks warga Vietnam yang pernah mengungsi di Anambas ketika negara mereka terjadi konflik saudara beberapa tahun silam. Rombongan berangkat menggunakan kapal Cruss,” ungkap Masykur, selaku Kadisparbud kepada wartawan, Selasa (10/4).

Masykur menambahkan, Pemda akan melakukan identifikasi terkait makam para leluhur pengungsi asal negara Vietnam yang berada di Pulau Kuku di Desa Air Biru Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Nanti akan dibangun sedemikian rupa tempat wisata religi itu, dan melakukan perbaikan-perbaikan seperti pelantar kayu yang dipernah dibangun dahulu. Perawatan untuk hal itu, juga penting untuk mempertahankan para wisatawan eks Vietnam dan menarik para wisatawan lain yang hobi wisata religi.

”Nanti akan kita data semua makam yang ada di Pulau Kuku. Jika lahan di sana masih milik warga, maka Pemda akan melakukan pembebasan lahan tentu berdasarkan peraturan yang berlaku. Kita juga akan menggunakan tim ahli, untuk menilai harga lahan itu nantinya,” jelas Masykur.

Ia juga optimis, bahwa Anambas akan bisa maju dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta daerah asalkan fokus dan konsentrasi terhadap pengembangan pembangunan dibidang pariwisata.

”Kami butuh peran serta masyarakat dan semua pihak swasta khususnya investor, agar dapat ikut mengembangakan wisata Anambas. Kepada masyarakat, mari kita jadikan Anambas bebas dari sampah dan jadikan daerah kita Anti Sampah,” tukasnya.

Ia juga menyampaikan, pada bulan Juli 2018 Festival Padang Melang akan digelar di Kecamatan Jemaja. Nanti itu akan banyak para wisatawan yang mengunjungi Kecamatan Jemaja, baik wisatawan asing maupun lokal.

Bagi masyarakat Jemaja perlu mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan para wisatawan, seperti home stay yang lengkap fasilitasnya, kuliner khas melayu, bahan kerajinan serta kesenian yang patut di pertontonkan dan memiliki nilai seni yang baik.

”Mari kita kembangkan wisata Anambas. Cagar budaya harus dipelihara dan dirawat serta di jadikan tempat wisata yang bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” semangatnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here