Pengguna Jalan Rawan Kecemplung

0
752
DRAINASE TERBUKA: Dinas PU Provinsi Kepri terkesan sengaja membiarkan drainase terbuka begitu saja di Bintancenter. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

Masyarakat Minta Drainase Besar Ditutup Kembali

TANJUNGPINANG – Drainase berfungsi untuk mengaliri air hujan yang berada di jalan untuk disalukan ke laut. Namun bila drainase ukuran besar dibiarkan terbuka, juga dapat membahayakan pejalan kaki maupun pengendara.

Hal inilah yang dikhawatirkan warga di kawasan Jalan DI Panjaitan KM 9, tepatnya di depan Pinang Lestari, sebab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri terkesan tak menyelesaikan pekerjaan drainase. Tidak terlihat lagi terlihat ada pekerjaan, namun kondisi drainase tersebut masih terbuka.

Info yang dihimpun Tanjungpinang Pos, pekerja hanya membuka tutup drainase untuk membersihkan sampah dialam drainase tersebut.

Baca Juga :  Waspada! Kecepatan Angin di Laut 30 Km Per Jam

Setelah itu, pekerja memberikan garis line berwarna merah putih yang diikat ditiang tiang kayu berukuran kecil di pinggir jalan tersebut.

”Yang saya tahu hanya beberapa hari saja dikerjakan drainase ini. Setelah itu, dibiarkan sampai saat ini,” kata Supardi, salah satu warga Tanjungpinang, Kamis (27/4).

Meskipun sudah ada garis line tersebut, membahayakan pengendara yang menggunakan jalan raya tersebut. Sebab, arus lalu lintas di jalan tersebut terhitung sangat padat.

Apalagi, ada pengemudi mobil dari arah Tanjungpinang ingin memutar arah lewat di depan drainase yang terbuka begitu dapat berbahaya. Ditambah lagi dengan pengendara sepeda motor yang sering melawan arus menggunakan tepi jalan tersebut.

Baca Juga :  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sosialisasikan Titik Kumpul Bencana

”Bahaya sekali,” ucap dia.

Harusnya drainase yang tertutup juga dapat digunakan sebagai trotoar bagi pejalan kaki. Dengan terbuka seperti ini, maka tidak ada lagi digunakan. S

elain itu, kondisi penutup drainase yang terkesan sengaja dibuka tersebut merusak perwajahan kawan Bintancenter, karena posisi drainase tersebut berada di jalan protokol.

Ia berharap pemerintah menutup kembali drainase tersebut. Sehingga tidak merusak pemandangan dan juga memberikan hak bagi pejalan kaki.

”Kita malulah kalau drainase dibiarkan terbuka begitu saja. Sudahlah banyak sampah, bau pulak,” sebut dia.

Baca Juga :  Tiap Pelantar Punya Hidran Kebakaran

Saat dikonfirmasi ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri, Syaed Wahidin S mengatakan, drainase tersebut sedang dalam perawatan dan pengerjaan.

Banyak batu miring drainase yang roboh. Maka dari itu, pihaknya memperbaiki dulu baru akan menutup.

”Sekarangkan ada pekerjanya yang sedang bekerja,” kata Syaed yang mengaku berada di Natuna.

Meski demikian, fakta di lapangan tidak ada satupun terlihat ada pekerja memperbaiki drainase tersebut sekarang.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here