Penghasut Pemilu Diperiksa Polisi

0
563
KAPOLDA Kepri saat meninjau pengamanan perhitungan surat suara di PPK di Batam.F-ISTIMEWA
Aparat kepolisian memeriksa empat orang yang menyebarkan temuan kertas suara dari tong sampah halaman GOR Tiban di media sosial. Mereka diperiksa karena menebarkan contoh kertas surat yang menimbulkan opini negatif dan membuat keresahan di tengah peserta pemilu dan masyarakat.

BATAM – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Senin (22/4) mengatakan, kertas suara dan tata cara mencoblos itu ada ditong sampah. Kertas itu disebut hanya contoh. ”Maksudnya apa, apakah memprovokasi atau apa, ya kita dalami,” tegas Andap.

Baca Juga :  23 Bidan PTT Akhirnya Dilantik Jadi PNS

Andap menyayangkan, ada yang dengan mudah menyebarkan tanpa menanyakan kebenarannya ke pihak penyelenggara. Atau tanpa konfirmasi ke pihak terkait, sudah langsung posting di media sosial, sehingga menimbulkan kecemasan.

”Harusnya mereka lapor ke pengawas Pemilu. Tapi sebenarnya, pengawas pemilu sudah menyatakan itu bukan surat suara, tapi masih disebar di medsos,” sesalnya.

Terkait pelaku yang diperiksa, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, keempat yang diperiksa, ada N, NC, TS dan TM. Dimana, ada tiga orang pria dan satu orang wanita. ”Mereka diperiksa Polresta Barelang,” kata Erlangga.

Baca Juga :  Agustus, Batam Deflasi 0,86 Persen

Menurutnya, postingan di medsos itu menimbulkan keresahan, karena sudah disebar kepada lebih dari 200 orang di grup media sosial. Karena itu, dihimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya informasi berita yang belum tentu kebenarannya.

”Jangan mudah untuk mengunggah, memprovolasi dan menyebarkan berita hoaks. Sharing dahulu kalau bermanfaat silahkan,” himbau Erlangga.

Erlangga juga berpesan kepada masyarakat, jika ada temukan tidak sesuai aturan pelaksanaan pemilu untuk melaporkan ke Bawaslu. Diharapkan, keterlibatan masyarakat menjaga situasi kondusif akan memberikan kedamaian di Kepri.

Baca Juga :  Bright PLN Bangun Kampung Wisata

”Kalau ada pelanggaran, laporkan ke pihak terkait. Jangan disebar ke media sosial karena dapat menimbulkan keresahan sosial,” himbaunya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here