Pengojek Bakar Motor di Kantor Go-jek

0
973
Kerangka motor: Kerangka sepeda motor milik pengojek yang gosong setelah dibakar di depan kantor Go-jek Senin (16/10). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Aksi protes dilakukan seorang pengemudi ojek pangkalan di depan kantor Go-jek, di Batamcenter. Aksi protes dilakukan seorang yang mengaku pengojek pangkalan, M Ramani. Dia memprotes dengan membakar sendiri motornya yang biasa digunakan mengojek. Akibat pembakaran itu, motornya hangus.

Aksi protes dilakukan, karena kantor Go-jek yang sebelumnya ditutup Dinas Perhubungan Batam di kawasan Pelita, dipindah ke ruko di kawasan Ruko Grand Niaga blok B no 53, Batamcenter, Senin (16/10). Walau tanpa plang nama kantor Go-jek, namun didinding ruko terlihat pengumuman terkait Go-jek.

”Transfer dari deposit rekening ponsel Cimb Niaga ke akun aplikasi Go-jek. Setelah mendapat balasan SMS, masukkan dua kode pin sesuai yang diminta oleh sistem Cimb Niaga,” demikian bunyi pengumuman itu.

Baca Juga :  BP Masih Ragu Lepas ATB

Tepat di depan kantor Go-jek itu, telihat satu unit motor yang sudah hangus. Menurut pengakuan Ramani, motornya yang dibakarnya sendiri berwarna merah, dngan plat BP 2087 FO.

”Saya bakar, karena saya protes. Sudah ditutup, masih dibuka. Katanya sekarang ulang tahun Gojek, maka saya bakar. Saya SMS pak Rudi (Wako) dan pak Yusfa (Kadishub) biar datang menyegel kantor Gojek, tapi tak dibalas,” cetusnya.

Pembakaran sendiri terjadi sekitar pukul 11.00 siang di depan kantor Gojek sementara kantor PT Bisa Cemerlang Indonesia (BCI) dengan tulisan Property & Transport Solution.

Aksi nekad Ramani sempat dilarang warga dan pengurus Gojek dilokasi. Namun Ramani tetap nekat membakar motornya, hingga hangus. Tidak lama kemudian,dua orang anggota sekuriti datang dan mengamakan Ramani ke pos sekuriti di perumahan dekat ruko. Tidak lama kemudian aparat kepolisian datang.

Baca Juga :  2.320 Pencaker Batam Terima Sertifikat Keahlian

Ramani akhirnya dibawa ke Polsek Batam Kota untuk diminta keterangan bersma dengan sepedaa motornya yang hangus.

Menanggapi aksi bakar motor itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengaku akan menugaskan Kadishub Batam, Yusfa Hendri, untuk segera menyelesaikan masalah itu. ”Saya akan kontak Yusfa agar meninjau lokasi,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, soal angkutan online sudah dijanjikan Menteri Perhubungan, akan diselesaikan dalam bulan ini. ”Kemungkinan dapat mengakomodasi antara online dan konvensional,” ujarnya.

Sementara, Kadishub Yusfa Hendri mengatakan, pihaknya akan meminta kedua belah pihak, baik ojek online dan konvensional, menahan diri. Ojek online diimbau juga, agar tidak mengambil penumpang di wilayah pangkalan. Sehingga, tidak terjadi perseteruan antar online dan konvensional. ”Di daerah lain kan ada yang seperti itu. Tapi jangan ambil penumpang di tempat pangkalan,” imbaunya.

Baca Juga :  Dispar Mesti Gencar Promosi Wisata

Yusfa sendiri mengakui sebelumnya, untuk ojek online tidak bisa dilarang. Alasannya, go-jek online dan ojek pangkalan, sama-sama tidak resmi. Keduanya tidak resmi karena UU belum mengatur kendaraan roda dua. ”Jadi tidak dilarang, tapi kalau perusahaannya, tidak bisa beroperasi sebelum ada izin,” tegas Yusfa.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here