Pengojek Minta Keringanan Buat SIM

0
135
KAPOLRES Natuna AKBP Nugroho foto bersama warga usai menggelar diskusi. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – Polres Natuna menggelar kegiatan Basebang Bacarito Kamtibmas di Gedung Serbaguna Kelurahan Bandrsyah, Ranai, kemarin.

Acara ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk tukang ojek yang beroprasi di Kelurahan Ranai, Kelurahan Ranai Darat dan Kelurahan Bandarsyah.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, dan dihadiri sejumlah seluruh pejabat dan perwira Polres Natuna.

”Acara ini untuk menampung saran dan keluhan masyarakat, mengenai Kamtibmas di Natuna secara umum dan Ranai pada khususnya. Bapak dan ibu tidak usah segan, mari kita bincang-bincang,” kata AKBP Dwi.

Pada kesempatan itu, sejumlah tukang ojek tampak aktif bercerita dan bertanya kepada polisi prihal profesinya.

Mereka menyebut, sebagian diantara mereka masih mengalami kesusahan dalam melengkapi administrasi berkendaraannya seperti SIM, STNK dan lain sebagainya.

Salah satu sebab, kepayahan itu terjadi karena sebagian diantara mereka ada yang buta huruf.

”Satu hal yang perlu kami sampaikan, dan kami mohon maaf sebelumnya pak. Banyak perlengkapan untuk safety riding yang tidak bisa di penuhi oleh para anggota ojek, karena pendapatan ojek saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Kalau bisa kami meminta kemudahan bagi para anggota ojek untuk membuat SIM,” kata M Yusuf salah seorang tukan ojek Ranai.

Hal yang sama juga disampaikan tukang ojek lainnya, Hamzah. Ia berkata, sebagian tukang ojek dalam tahapan ujian pembuatan SIM mengalami kendala yang sangat sulit karena ada di antara mereka yang tidak bisa baca tulis.

”Di antara kami ada yang buta huruf, dan bahkan bukan hanya di kalangan ojek tapi di kalangan masyarakat umum juga. Dengan ini, kami minta kepada Kepolisian agar orang-orang yang dengan keadaan seperti ini diberikan keringanan,” timpal Hamzah, tukang ojek lainnya.

Selain itu, mereka juga menanyakan prosedur penerbitan STNK, BPPKB dan administrasi kendaraan lainnya dan bahkan ada juga yang menanyakan hukum tukang ojek yang membonceng penjahat tanpa sepengetahuan mereka.

”Kami mohon penjelasan, bagaimana hukumnya bila kami membawa orang jahat tapi kami tidak tahu orang itu orang jahat,” tanya tukang ojek lainnya.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto langsung menanggapi seluruh masukan dari para tukang ojek tersebut.

Ia menjelaskan, untuk saat ini polres Natuna mengutamakan kegiatan persuasif terhadap pelanggar aturan berlalu lintas dan tidak melakukan penilangan terhadap pelanggar aturan berlalu lintas.

Mengenai permasalahan kesulitan-kesulitan warga dalam pembuatan SIM, akan ditampung terlebih dahulu untuk selanjutnya dicarikan solusi terbaik

Sementara, kendala dalam penerbitan STNK dan BPKB di Natuna adalah terkendala masalah ketersediaan material yang harus diambil di luar daerah sehingga membutuhkan waktu dalam pengadaannya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here