Pengoplos Beras Diincar

0
591
BERAS MURAH: Warga saat membeli beras murah saat Bulog Tanjungpinang menggelar sembako murah sebelum Lebaran Idul Fitri, lalu. Satgas Pangan Tanjungpinang mengintai distributor beras yang melakukan pengoplosan beras harga murah ke kemasan merek premium. f-suhardi/tanjugnpinang pos

Tim Satgas Pangan Tanjungpinang mencium aroma adanya kegiatan pengoplosan beras murah, kemudian dikemas dalam merek premium. Tujuannya untuk dapat untung yang besar.

TANJUNGPINANG – Satgas Pangan ini juga mengincar bagi pengusaha beras yang melakukan praktik curang dengan modus, pelaku membuat beras berwarna lebih putih, dengan cara mencampurkan beras dengan cairan sabun pencuri piring. Hal ini diungkapkan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, kemarin. ”Tim Satgas Pangan terus mematai-matai pengerakan pengusaha beras dan distributor beras di Tanjungpinang,” kata AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro.

Kata dia, jika terbukti ada distributor melakukan penimbunan beras dan pengpoplosan beras akan tindak keras sesuai hukum yang berlaku. Karena, dampak dari pengoplosan beras tersebut, tetap merugikan negara dan masyarakat sendiri. ”Kalau ada masyarakat yang mengetahui atau melihat ada mafia beras melakukan pengoplosan, silakan laporan ke kita,” kata di.

Menurut Kapolres, ada peluang pengusaha beras atau distributor beras di Tanjungpinang, melakukan pengoplosan beras. Karena, beras yang beredar di Tanjungpinang, umumnya didatangkan dari luar daerah. Istilahnya beras ganti baju, dari merek hargamurah dipindahkan ke mereka dengan harga mahal. Ia membeberkan, sudah menerima laporan dari masyarakat kalau di Tanjungpinang diduga ada pengusaha yang melakukan pengoplosan beras. ”Informasi adanya pengoplosan beras masih kita selidiki,” tegasnya. ”Serta sudah kita cek apabila terbukti adanya penyimpangan maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” sebutnya.

Menurutnya, bagi pengusaha yang melakukan pengoplosan beras, akan dijerat hukum. Karena, transaksi pengoplosan beras sangat merugikan masyarakat. Karena masyarakat membeli beras harga mahal tapi kualitasnya harga murah. Kata dia, Satgas Pangan juga memantau harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari. Seperti gula, cabai, dan kebutuhan bahan pokok lainnya. Bila ada penimbunan kebutuhan pokok di Tanjungpinang, untuk meraih keuntungan lebih besar lagi, ia perintahkan anggotanya menangkapnya oknum pengusaha yang nakal. ”Satgas pangan ini untuk menjaga kestabilan harga perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, HM Juramadi Esram, menegaskan Disperindag Kota Tanjungpinang terus berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan Tanjungpinang, dalam mengungkap praktik pengoplosan beras di Tanjungpinang. ”Kita minta kepada pengusaha beras atau distributor, jangan coba-coba melakukan pengoplosan beras. Karena, melanggar hukum,” tegasnya.

Ia juga minta kepada pengusaha beras, agar jangan menimbun stok beras, yang berakibat minimnya stok sembako di tengah masyarakat, memicu harga sembako naik. ”Tim dari kantor kami juga turun langsung mengecek harga di pasar. Tujuanya, ingin tahu sembako mana saja yang naik cukup tinggi,” bebernya. ”Kita ingin stok beras tersedia dan harga terjangkau,” tegasnya. Dan, ia minta pengusaha sembako jangan mengambil banyak untung.(RAYMON-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here