Pengudang Mangrove Jadi Sampel Konservasi Burung

0
70
TIM Conservation Lab Banyan Tree saat melakukan pengamatan dan penelitian burung di Ekowisata Mangrove Desa Pengudang, Senin (11/6) kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

TELUKSEBONG – Kawasan hutan bakau (mangrove) Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong menjadi sampel penelitian burung, dari peneliti internasional. Aktivitas peneliti itu melalui wadah Conservation Lab Banyan Tree Lagoi.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti burung (birdwatcher) dari Maldives ini, melakukan pengamatan dan penelitian di sepanjang jalur sungai Desa Pengudang. Jaraknya melebihi dari 3 kilometer.

Henry Singer, perwakilan Conservation Lab Banyan Tree mengatakan, dari penelitian tersebut, pihaknya mendapatkan data sebanyak 40 jenis burung yang ada di sepanjang jalur ekowisata tersebut. Ini merupakan penelitian dan pengamatan yang dilakukan rutin.

”Untuk mangrove di Pengudang ini akan kami lakukan setiap tahun dan tujuan akhirnya untuk mendata dan menginformasikan jenis burung untuk mendukung sektor pariwisata di Bintan,” katanya, Senin (11/6) kemarin.

Ia menambahkan, tidak hanya di mangrove, tim pengamat juga melakukan penelitian di berbagai lokasi seperti hutan, perkebunan dan juga lapangan golf.

Iwan, pengelola wisata mangrove Pengudang menyambut baik penelitian dan pengamatan tersebut. Ia berharap penelitian tersebut membuat dunia ekowisata akan semakin diminati.

”Di sini memang banyak jenis burung, bagus-bagus dan suaranya indah-indah, jadi kalau wisata ke sini setiap berapa titik ada burung-burung yang beda-beda,” katanya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here