Pengujung Kota Lama Ramai Jelang Idul Fitri

0
440
BERDISKUSI: Anggota DPRD Tanjungpinang, Fengky Fensito, Simon Awantoko dan Ketua Kadin Tanjungpinang Boby Jayanto berdiskusi para pedagang di Kota Lama. F-istimewa

Minta Dishub Beri Kelonggaran terkait Parkir

TANJUNGPINANG – Pelaku Usahan Kecil Menengah (UKM) di kawasan Kota Lama Tanjungpinang sampai ke arah Tambak meminta Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan ke longgaran terkait parkir kendaraan di pasar Kota Lama menjelang Idul Fitri ini. Sebab akan banyak pengujung yang ingin berbelanja di kawasan tersebut. Diantaranya membeli pakaian, sepatu, tas, asesoris.

Pergi ke toko kue, kaca mata, handphone (HP), kedai kopi dan beberapa jenis lainnya. Seperti yang dikatakan salah seorang pelaku UKM di kawasan Kota Lama, Antoni bahwa sampai saat ini masih mengharapkan Dishub akan kembali menerapkan sistem parkir serong. Tidak seperti saat ini, menggunakan paraler dengan kapasitas lebih terbatas.

Keputusan Dishub menerapkan sistem parkir paralel dihargai, hanya saja khusus menjelang Lebaran atau hari besar lainnya aturan itu dapat ditiadakan. Sehingga para konsumen yang menggunakan kendaraan dapat dengan mudah menuju toko. Harus diakui, lahan parkir juga mempergaruhi kunjungan. Bila suit mencari tempat memarkirkan kendaraan, maka pelanggan akan pergi.

”Kami berharap memang parkir serong, bukan parkir paralel seperti sekarang ini khusus Lebaran” ujarnya saat anggota DPRD Kota Tanjungpinang Fengky Fesinto SH MH dan Simon Awantoko SH melaksanakan Reses menjaring aspirasi dari kalangan pengusaha yang hadir, Jumat (16/6) di Kantor Sekretariat Perhimpunan Hakka Indonesia di Jalan Pancur.

Hampir seleruh pedagang mengeluhkan hal ini, apalagi dua tahun terakhir kondisi ekonomi melemah yang menyebabkan daya beli masyarakat turun. Ditambah lagi kunjungan konsumen ke pasar makin sepi. Ini menjadi pukulan berat bagi pedagang kawasan Kota Lama. Hal serupa juga dirrasakan pedagang lainnya, bukan hanya Antoni sendiri. Menurutnya, menjelang Idul Fitri seperti sekarang dan hari raya keagamaan lainnya akan banyak pengujung.

”Momen seperti sekarang inilah tersisa sedikit harapan untuk menggais rejeki dari situasi dan kondisi ekonomi yang sangat terpuruk seperti sekarang ini. Jadi diminta pengertian Pemko khususnya mobil patroli Dishub Kota Tanjungpinang agar menjelang Lebaran tidak mengusir dan tidak mengembok mobil masyarakat selama juru parkir dapat mengatur dengan rapi,” paparnya.

Fengky berpendapat sah-sah saja permintaan pengusaha tersebut untuk dapat dipenuhi Pemko. Menurutnya, ketersediaan lahan parkir sangat mempengaruhi jumlah kunjungan. Posisi parkir serong akan menambah jumlah mobil yang dapat diparkirkan. Untuk itu, terkait hal ini akan disampaikan ke OPD terkait, agar menjelang hari Lebaran yang kurang dari seminggu ke depan, ada kelonggaran terkait parkir.

Menurutnya, tidak ada salahnya jika khusus menjelang hari-hari besar ada kelonggaran terkait parkir di Kota Lama.  Apalagi hal ini bisa dilakukan, sebab secara hukum pemerintah dapat menjalankan diskresi atau memberikan keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, urusan perparkiran semantara dapat di serahkan kepada juru parkir. Dengan artian tetap menjamin keamanan dan ketertiban di lapangan.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here