Pengunjung Kedai Kopi Sepi

0
1415
SEPI: Terlihat beberapa kedai kopi di kawasan Bintancenter (Bincen) sepi pengunjung.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Ekonomi Lesu dan Sering Razia

TANJUNGPINANG – Para pemilik kedai kopi mengakui jumlah pendapatan 2017 ini menurun dari tahun lalu. Hal tersebut mungkin disebabkan beberap faktor, selain ekonomi juga seringnya razia oleh petugas Satpol PP. Hal ini seperti dibenarkan Boby, salah satu pemilik kedai kopi di kawasan Bincen Tanjungpinang. Ia mulai merasakan berkurangnya pelanggan untuk menikmati kopi serta menu lainnya.”Sepi sekarang. Tahun-tahun sebelumnya, biasanya selalu saja ramai mengopi,” kata Boby kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (7/9).

Baca Juga :  Tahun Baru, Pemko Ajak Berzikir

Ia perkirakan, tinggal sekitar 60 persen pelanggan atau masyarakat yang masih datang untuk bersantai di kedai kopinya. ”Omzet saya kini berkurang drastis.Turun sekitar 40 persen,” ucap dia.

Kondisi ini juga yang membuat ia terpaksa mengurangi tenaga kerja. Dari sebelumnya empat kini hanya mampu membayar untuk dua karyawan. ”Kita mulai kurangi biaya operasional. Khawatir tidak tertutupi dari pendapatan makanya memilih mengurangi tenaga kerja dulu,” terangnya.

Ia berharap, kondisi ekonomi saat ini, bisa diatasi oleh pemerintah. Sehingga pendapatan kembali seperti semula atau bahkan bisa bertambah. Kondisi saat ini memang perlu peran serta pemerintah, agar ekonomi terus tumbuh dan ada peningkatan perputaran uang di Tanjungpinang. ”Kalau seperti ini terus kasihan kami para pelaku UKM, akan semakin sepi dan bisa tutup,” terangnya.

Baca Juga :  Rumah Hakim di Bobol Maling

Bahkan yang lebih parah bukan hanya mengurangi tenaga kerja, bahkan beberapa kedai kopi tutup. Hal ini dikarenakan semakin sedikitnya pengujung yang dinilai tak menutupi biaya yang dikeluarkan. Dalam kesempatan ini, salah satu karyawan di kedai kopi,mengaku sepinya pengujung membuat ia tak begitu bersemangat.  ”Ini dari pagi, hanya tiga meja yang terisi. Pokonya sepi betul setiap harinya,” katanya.

Padahal jika ramai, minimal ia bisa mendapat upah yang lebih besar dari yang sekarang. Jika mencari pekerjaan lain, ia mengaku semakin sulit. Bahkan toko baju di Kota Lama banyak tutup. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here