Pengunjung Penyengat Membeludak

0
66
Wisatawan saat mengunjungi rumah adat di Penyengat. F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Libur Idul Adha 10 Zulhijah 1438 H dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengunjungi Pulau Penyengat. Berbagai objek wisata di Penyengat terlihat padat.

TANJUNGPINANG – Pantuan di lapangan, usai salat Idul Adha, warga mulai memadati pelabuhan tujuan Penyengat. Bukan hanya warga Tanjungpinang tapi warga Bintan dan warga dari luar Kepri juga datang untuk mengunjungi tempat bersejarah tersebut.

Untuk sampai ke lokasi tersebut, satu orang wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 7 ribu. Mereka sudah sampai ke Pulau Penyengat yang ditempuh menggunakan transportasi laut yakni pompong.

Sebagian warga juga ada yang membawa bekal untuk makan-makan bersama keluarganya di lokasi wisata tersebut. Meskipun panas, tidak menyurutkan warga untuk mengunjungi Pulau Penyengat.

Renna, salah satu pengunjung mengatakan, ia datang ke Penyengat bersama keluarga untuk berziarah ke makam-makam yang penuh dengan sejarah. ”Ini pertama kali datang ke Pulau Penyengat, kita jalan-jalan bersama keluarga,” katanya.

Sementara itu, Abdul Kahar pengurus tiket kapal penumpang dari Penyengat ke Tanjungpinang mengatakan, sampai dengan sore kemarin, sudah mencapai 70 trip kapal yang berangkat dari Penyengat ke Tanjungpinang. Jika dibandingkan dengan hari biasa kenaikkan mencapai 100 persen. Dihari biasa paling ramai mulai hari Jumat sampai Minggu. ”Kalau hari biasa itu sekitar 30 trip kapal pompong berangkat ke Pinang dan terakhir pukul 17.00,” sebutnya.

Kahar menyebutkan, para penumpang harus tertib mengantre. Setiap 15 atau 16 orang yang sudah membayar akan diberangkatkan. Jumlah ini adalah daya muat maksimum masing-masing pompong.

”Tidak boleh lebih lagi, karena kita harus menjaga keselamatan para penumpang,” jelasnya.

Menurutnya, para pengunjung yang berdatangan juga dari luar daerah, biasa kalau dihari lebaran sudah tradisi para pengunjung ramai berdatangan ke Pulau Penyengat. ”Tadi ada turis yang datang. Alhamdulillah setiap lebaran Pulau Penyengat di ramaikan pengunjung,” tuturnya.

Lanjutnya, sistem penambang yang ada di Pulau Penyengat ini ada dua kelompok yakni A dan B. Setiap kelompok ada tiga puluh pompong. Sekarang mereka secara bergantian untuk mengangkut para penumpang. ”Para penanmbang kita ada 60. Sebenarnya ada lebih, cuman 60 itu yang aktif mengangkut para penumpang,” ujarnya.(RAYMON-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here