Pengurus Kwarda Siap Turun ke Sekolah

0
32
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menyematkan pin penghargaan kepada Sardison saat HUT Pramuka ke-56, baru-baru ini di Gedung Daerah Tanjungpinang. F-istimewa/humas dpmd dukcapil pemprov kepri

Sosialisasi TTG kepada Anggota Pramuka

Pengurus Pramuka Kwarda Provinsi Kepri siap turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi tentang Teknologi Tepat Guna (TTG). Apalagi, selama ini pengurus Kwarda sudah dua kali turun ke sekolah-sekolah.

TANJUNGPINANG – WAKIL Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas), TTG dan Humas Kwarda Pramuka Provinsi Kepri, Sardison mengatakan, dirinya sudah dua kali turun ke sekolah di Tanjungpinang untuk melakukan sosialisasi tentang TTG yakni ke SMAN 1 Tanjungpinang dan SMAN 6 Tanjungpinang.

Apabila ada sekolah yang ingin kehadiran mereka, maka Sardison menegaskan akan senang hati turun ke sekolah itu. ”Kita akan turun untuk memaparkannya. Waktunya mungkin bisa diatur saat siswa sedang mengenakan pakaian Pramuka di sekolah,” jelas Sardison, kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

TTG, kata dia, merupakan bidang baru yang dibentuk di kepengurusan Kwarda Pramuka Provinsi Kepri. Karena itu, mereka akan terus sosialisasi sehingga ke depan, diharapkan anggota Pramuka bisa berperan dalam lomba TTG tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Kemudian, pihaknya juga siap melakukan sosialisasi tentang kepramukaan terutama di sekolah-sekolah yang belum membentuk pangkalan gugus depan (Gudep) Pramuka.

Saat dirinya turun ke dua sekolah itu dalam sosialisasi tentang TTG, para siswa antusias mendengarkan. Banyak siswa yang termotivasi untuk melakukan inovasi teknologi tepat guna.

Sardison Terima Penghargaan
Saat ulang tahun ke-56 Agustus lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa pengurus Pramuka Provinsi Kepri. Salah satunya Sardison.

Sardison yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri sudah tahun menjadi pengurus di Kwarda Pramuka Provinsi Kepri.

Saat itu, ia menerima penghargaan Karya Bakti. Ada juga yang menerima penghargaan Darma Bakti dan Melati. ”Penghargaan Karya Bakti ini tergolong untuk pemula. Sedangkan penghargaan Melati untuk yang sudah senior di kepengurusan,” jelasnya.

Namun, sebelum menjadi pengurus di Kwarda Kepri, Sardison sudah pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) di Kecamatan Sail Pekanbaru tahun 1987-1989.

Saat itu, ia bersama Lamidi, Eko Sumbaryadi, Edi Roviano (sekarang pejabat Pemprov Kepri, red) dan Daeng Natuna. ”Jadi saya sudah lama di kepramukaan ini. Cuman sempat tak aktif dan kini aktif lagi,” jelasnya.

Bahkan, dia juga sudah pernah mengikuti pelatihan kepramukaan di Pekanbaru. Karena itulah, dia bisa menjadi pengurus.

Dijelaskannya, kepengurusan Pramuka sesuai dengan UU No.12. tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Strukturnya dari nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan lalu gugus depan yakni sekolah-sekolah.

Di undang-undang ini juga disebutkan, bahwa Pramuka menjadi salah satu muatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Namun masih ada sekolah-sekolah di Kepri yang belum ada kepengurusan Pramukanya.

Secara nasional, Presiden RI Joko Widodo merupakan Kepala Majelis Pembimbing Nasional (Kamabinas) dan Adhyaksa Dault Ketua Kwartir Nasional Pramuka.

Untuk Kepri, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sebagai Ketua Majelis Pembinbing Daerah (Kamabida) Kwarda Pramuka Provinsi Kepri, Wakil Gubernur Kepri H Isdianto sebagai Wakil Ketua Ketua Kamabida.

Kemudian Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah sebagai Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Kepri dengan enam wakil ketua sesuai bidangnya masing-masing.

Untuk tingkat kabupaten/kota juga ada pengurus yang disebut Kwartir cabang (Kwarcab) dan tingkat kecamatan disebut Kwartir ranting. Sedangkan tingkat kelurahan/desa tidak ada. Dan terakhir adalah pangkalan gugus depan (gudep) yakni sekolah-sekolah.

Untuk sekolah-sekolah, kata dia, kepala sekolah biasanya sebagai pembina. Sedangkan ketua dan pengurusnya dipilih dari wakil kepala sekolah atau guru-guru. Siswa merupakan anggota Pramuka.

Pengurus Pramuka ini dibantu Dewan Kerja Daerah (DKD) untuk tingkat provinsi. DKC untuk tingkat kabupaten/kota dan DKR untuk tingkat kecamatan.

Kemudian, ada satuan karya (Saka) yang berdiri sendiri dan turut membantu mengurusi Pramuka. Satuan karya ini sesuai bidang keahliannya atau ada spesialisasinya baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun ranting.

Di Kepri, ada Saka Bahari yang pembinanya dari TNI-AL. Mereka ini lebih paham tentang kemaritiman. Kemudian ada Saka Husada Bakti (bagian kesehatan). Pembinanya bisa dokter, Dinas Kesehatan dan tenaga medis lainnya.

Mereka ini bekerja saat ada bencana. Untuk pemulihan korban, menangani wabah dan lainnya. Ada juga Saka Bhayangkara yang pembinanya Polusi.

Saka bidang kehutanan. Satuan kerja ini turut membantu saat dilakukan penghijauan, menangani illegal logging atau pembalakan liar. Saka Abdi Praja yang peduli tentang pemerintahan, pelayanan publik. Para pengurus saka ini mandiri.

Ia mengatakan, jika hendak menjadi pengurus Pramuka, maka siap-siap berkorban waktu, tenaga, pemikiran dan materi. ”Jangan harap dapat uang jika menjadi pengurus Pramuka. Malah kita harus berkorban. Makanya, harus orang-orang yang peduli pada generasi muda,” jelasnya lagi.

Untuk menjadi anggota atau pengurus Pramuka, maka harus berjiwa sosial, swadaya, mandiri, sukarela. Sifat menolong, kerja sama, mencintai alam, mencintai lingkungan dan gotong-royong.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here