Pengurus MUI Natuna Dilantik

0
487
PERWAKILAN MUI Provinsi Kepri Bambang Waryono saat menjadi pembicara usai pelantikan pengurus MUI Natuna.F-ISTIMEWA

NATUNA – Pelantikan dan pengukuhan serta taaruf pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Natuna telah terlaksana untuk periode 2017-2021. Acara tersebut berlangsung di Aula Asrama Haji Kabupaten Natuna, Jumat (13/4) kemarin.

Usai proses pelantikan, perwakilan MUI Provinsi Kepri Bambang Waryono menuturkan, keagamaan sudah menjadi tanggungjawab bersama MUI supaya kepentingan agama dan negara bisa sejalan.

”Kita liat hari ini dengan hadirnya kepemimpinan MUI sangat dibutuhkan sekali. Karena dinilai banyak persoalan-persoalan di negeri ini, yang perlu adanya pemaparan dari MUI yang sangat dibutuhkan,” kata Bambang di Asrama Haji Masjid Agung Natuna.

Baca Juga :  Tugu Proklamasi Masih berdiri Kokoh

Ia mengatakan, ada tiga hal gerakan yang mesti harus diwaspadai dan menjadi tangung jawab MUI yaitu adanya dugaan gerakan pengkafiran, mengkafirkan, dan pemurtadtan. ”Saat ini yang menjadi persoalan umat yaitu gerakan-gerakan pengkafiran, hari ini banyak kepercayaan kita sendiri yang mengkafirkan sesama kita. Kepercayaan penyesatan ini sehingga muncul kepercayaan baru yang tidak sesuai dengan aqidah keagamaan. Gerakan pemurtadtan macam mana umat Islam di murtadkan, ini merupakan tangung jawab dari MUI,” paparnya.

Di waktu yang sama Bupati Natuna Hamid Rizal, mengatakan, amanat pembangunan secara terus menerus dilaksanakan tidak lain bertujuan untuk mewujudkan kemajuan di segala bidang.

Baca Juga :  BKPP Kembali Buka Lelang Jabatan

Selain itu, pemerintah terus memacu pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan yang merata, serta menciptakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ideal berkarakter serta berdaya saing.

”Kemajuan daerah dan perubahan jaman pasti akan terjadi bersinggungan dengan nilai-nilai ketuhanan, dan kearifan norma serta kandungan budaya tempatan. Jadi kita harus akui bahwa semua itu terjadi hampir di semua tempat dan mempengaruhi pola tantanan sosial dan bentuk pergaulan masyarakat. Maka perlu adanya batasan dalam tatanan keagamaan,” ucap Hamid. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here