Pengusaha Diboyong ke Pulau Kusik

0
894
MAKAN BERSAMA: Rizal Ramli bersama sejumlah pengusaha makan bersama dengan Bupati Anambas, Abdul Haris saat berkunjung ke Pulau Tanjung Kusik, pekan lalu. f-istimewa

ANAMBAS – Sejak Provinsi Kepri ditetapkan menjadi pintu utama wisata bahari Indonesia, makin banyak pulau-pulau di Kepri yang dilirik pengusaha untuk pengembangan sektor pariwisata. Pembangunan hotel dan resor yang menjual keindahan pantai dan pulau menjadi sasaran investasi untuk dikembangkan.  Salah satu yang sudah dioperasikan adalah Pulau Bawah Anambas. Kemudian, akan dikembangkan juga Pulau Senoa.

Terbaru, Pulau Tanjung Kusik Anambas dikunjungi sejumlah pengusaha, pekan lalu. Mereka datang bersama Rizal Ramli, mantan Menko Maritim RI.
Rizal Ramli datang mengunjungi sejumlah pulau di Kecamatan Jemaja, salah satunya Pulau Tanjung Kusik. Ia datang untuk melihat langsung keindahan pesona laut Tanjung Kusik yang terletak di Desa Rewak Kecamatan Jemaja Anambas.

Terlihat beberapa orang pengusaha ikut mendampinginya ke pulau itu. Keindahan pantai Tanjung Kusik tidak perlu diragukan lagi oleh sejumlah pengusaha dan para wisatawan luar negeri maupun dalam negeri. Di sana sudah ada pemukiman warga sejak tahun 1970, memang jumlahnya masih sedikit yakni sekitar 22 Kepala Keluarga (KK). ”Saya orang pertama yang berdomisili di pulau ini sejak tahun 1970. Perlahan saya berupaya membujuk para masyarakat lain untuk pindah dan tinggal bersama,” ujar Syaid selaku tokoh masyarakat Tanjung Kusik kepada wartawan, Senin (7/8).

Baca Juga :  Jalan Raya Batu Delapan Atas Gelap Gulita

Ia tidak menyangka kampung yang ditinggalkan oleh orang tersebut, kini menjadi rebutan para sejumlah pengusaha yang akan membangun sejumlah perhotelan. Dirinya mengaku bahwa sejak beberapa tahun terakhir ini sudah banyak para pengusaha (investor, red) merencanakan akan membangun perhotelan di Tanjung Kusik. Namun hingga saat ini belum ada yang terialisasi. ”Memang ia, sudah banyak yang datang dan pergi. Mereka berjanji akan membangun perhotelan di sini. Tapi hingga sekarang belum juga ada yang terialisasi,” jelasnya.

Kata Syaid, sebagian tanah yang ada di Pantai Tanjung Kusik yang dijadikan pemukiman warga adalah miliknya dan dirinya tidak akan pernah melakukan jual beli. Tapi jika untuk dilakukan pengembangan pariwisata ia tidak mempersoalkan. Bahkan dirinya bersedia bekerja sama pembagian hasil dari pendapatan nantinya. ”Kalau saya tidak akan menjualnya. Tapi kalau kerja sama saya mau. Paling penting adalah serius untuk membangun,” tukasnya.

Baca Juga :  Fokus Pada Ekonomi Kreatif

Ia menambahkan, Jumat (4/8) lalu, masyarakat Tanjung Kusik dikunjungi oleh wisatawan dari Jakarta. Menurut informasi, yang hadir itu adalah mantan menteri yang didampingi oleh sejumlah pengusaha serta ada juga Bupati Anambas. Rombongan tersebut tidak lama di sana. Mereka hanya sekitar satu jam menikmati panorama alam di sana. Setelah beriteraksi dengan beberapa masyarakat, mereka kembali ke Jemaja.

Ia berharap sejumlah pengusaha yang merencanakan akan membangun Pulau Tanjung Kusik kiranya dilakukan dengan serius. Pada prinsipnya, masyarakat tidak akan menolak asalkan masyarakat sekitar diberdayakan dengan baik. Dirinya juga menyampaikan bahwa terlihat ada salah satu pengusaha yang dinilai cukup serius melakukan pengembangan pembangunan pariwisata di Tanjung Kusik dan masyarakat juga terlihat sangat setuju.

Baca Juga :  Indeks Kemerdekan Pers Meningkat setiap Tahun

Namun pihaknya masih menunggu keputusan terakhir pada akhir tahun 2017 mendatang. ”Saya nilai hanya ada satu pengusaha (investor) yang sangat serius ingin mengembangkan pembangunan pariwisata di Tanjung Kusik. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here