Pengusaha Kaya Jangan Pakai BBM Bersubsidi

0
35
BUS pariwisata milik perusahaan besar turut antre membeli BBM bersubsidi, di wilayah Tanjungpinang, baru-baru ini. Kondisi bus pariwisata antre ini juga terjadi di Bintan. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Bupati Segera Bicarakan Penambahan Kuota

BINTAN – Pemkab Bintan mengimbau agar pengusaha kaya maupun bus/truk perusahaan tidak membeli atau memakai BBM bersubsidi. Pihak SPBU jangan menjual BBM untuk mobil dengan tujuan melansir ke usaha tambang.

Setia Kurniawan, PPNS Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Bintan yang tergabung dalam Tim Satgas Migas Bintan menyampaikan, pihaknya menemukan kendaraan angkutan umum, yang khusus mengangkut wisatawan atau penumpang tertentu, yang menggunakan BBM bersubsidi. Pihak perusahaan diwajibkan menggunakan BBM non subsidi.

”Kalau kendaraan pelat kuning untuk angkutan semua masyarakat, tidak masalah menggunakan BBM subsidi. Namun, bus pelat kuning milik perusahaan besar khusus penumpang tertentu, wajib dipertanyakan jika menggunakan BBM subsidi,” jelasnya, Kamis (11/10) kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya sedang memantau SPBU-SPBU di Bintan, bersama pihak kepolisian. Agar penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat diminimalisir.

Sementara itu, Amir, warga Bintan yang melihat pengawasan tim satgas pangan di beberapa SPBU menyambut baik langkah tim tersebut. Menurutnya, BBM subsidi adalah milik masyarakat kecil.

”Tengok saja, kalau bus-bus itu antre panjang saat ingin beli solar. Padahal, itu kan punya perusahaan besar, dan bukan untuk masyarakat umum. Itu untuk wisatawan kan,” tuturnya.

Pada kesempatan lain, Bupati Bintan H Apri Sujadi segera membahas masalah kelangkaan BBM ini, melalui OPD terkait. Jika akar masalahnya pengurangan kuota, Pemkab Bintan segera meminta penambahan kuota. Jika masalahnya karena ada pihak yang melansir BBM untuk tambang misalnya, ada pihak terkait yang mengawasinya.

”Kemudian, untuk penambahan atau pengurangan kuota BBM, itu kewenangan pemerintah provinsi. Tak di Bintan aja, di Tanjungpinang kan juga terjadi kasus kelangkaan BBM ini,” kata H Apri Sujadi.

”Tapi, akan kita bahas lah, biar ketersediaan BBM di SPBU wilayah Bintan normal kembali,” sambungnya. (aan/fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here