Pengusaha Kesal, Deputi Berkinerja Bagus Ikut Diganti

0
1083

BATAM – Pergantian pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam serta deputi, Senin (16/10) lalu mendapat respon dari kalangan dunia usaha dan dewan Batam. Selain mengapresiasi pergantian itu dengan positif agar dunia usaha Batam lebih baik ke depan, ada juga yang mempertanyakan.

Pengusaha mempertanyakan kenapa perombakan harus dilakukan secara menyeluruh. Karena dari tujuh orang pimpinan BP yang lama dinilai ada yang bagus kinerjanya. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, mengatakan, pejabat yang kinerjanya tidak bagus memang harusnya diganti.

Tapi di antara tujuh pimpinan BP yang lama, tidak semua kinerjanya kurang baik. Bahkan dinilai ada beberapa yang berkinerja baik. Sehingga seharusnya tidak ikut diganti. ”Deputi-deputi yang kinerjanya bagus, kok ikut diganti? Harusnya mereka tidak ikut diganti,” kata Cahya, Selasa (17/10).

Meski demikian, pihaknya tetap harus menerima proses pergantian di BP Batam. Diharapkan, piminan BP Batam yang baru bisa merangkul semua pihak dalam peningkatan investasi.

Lukita sebagai pimpinan BP Batam yang baru diharap bisa membuat gebrakan baru dalam meningkatkan kepercayaan investor. ”Penting untuk meningkatkan kepercayaan investor. Perka (peraturan kepala BP Batam) yang meresahkan diminta segera direvisi,” harapnya.

Baca Juga :  Aswandi Penerima Anugerah Jembia Emas 2017

Diakui Cahya, sebelumnya pihaknya sudah sering komunikasi dengan Lukita. Sehingga Apindo optimis Lukita bisa merangkul semua pihak. ”Kami siap bekerjasama dengan pimpinan baru untuk sama-sama membangun Batam ini. Perka perlu revisi karena meresahkan,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengapresiasi pergantian pimpinan BP Batam. Diharapkan, pergantian itu dapat membangkitkan kembali perekonomian di Kepri dan Batam.

Pimpinan BP Batam baru yang akan dilantik, Kamis (19/10) besok, ada enam orang. Jumlah itu berkurang satu orang karena Wakil Kepala BP Batam ditiadakan. Selain itu ada perubahan nama jabatan deputi.

Pimpinan BP Batam yang baru, Lukita Dinarsyah Tuwo menjadi ketua, menggantikan Hatanto Reksodipoetro. Sementara Deputi Bidang Administrasi dan Umum diganti menjadi Deputi Keuangan yang sebelumnya dipimpin Sigit Priadi Pramudito, kini dijabat Purwiyanto.

Sementara Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan dijadikan Deputi Perencanaan pengembangan dan Promosi dengan Deputi sebelumnya dijabat Junino Jahja digantikan Yusmar Anggadinata.

Baca Juga :  Buaya 1 Ton Muncul Dekat Pemukiman

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Eko Santoso Budianto digantikan Dwianto Eko Winaryo. Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya, Purba Robert M Sianipar digantikan Mayjen TNI Eko Budi Soepriyatno.

Deputi Bidang Pelayanan Umum diubah namanya menjadi Deputi Umum dan SDM yang sebelumnya dijabat Gusmardi Bustami, kini dipimpin Bambang Purwanto. ”Yang sudah dilakukan pimpinan lama, kita hormati dan pimpinan yang baru harus belajar dari kesalahan yang lama,” kata Nuryanto.

Nuryanto sendiri berharap, komunikasi dengan pimpinan BP yang baru dapat berjalan baik. Dimana, pimpinan yang lama memiliki hubungan koordinasi dengan DPRD Batam yang kurang baik.

Tiap kebijakan yang dikeluarkan oleh BP Batam tidak pernah melibatkan lembaga legislatif itu. ”Padahal kalau dikomunikasikan, kami juga akan bantu BP mensosialisasikan kebijakan mereka ke masyarakat,” jelas Nuryanto.

Dengan demikian, perlu ada perbaikan-perbaikan ke depan dalam komunikasi antarlembaga di Batam. ”Semoga pimpinan baru ini dapat bersinergi dan menyelesaikan permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polri, Jaksa dan Mendagri Jadi Pengawas

Anggota Dewan Kawasan (DK) Batam yang juga Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengungkapkan, sesuai dengan hasil rapat DK, maka diputuskan beberapa hal. Tidak hanya terkait dengan pimpinan BP Batam yang baru, namun juga terkait langkah peningkatan kinerja BP.

Harus dilakukan pembenahan pengelolaan keuangan, mengembangkan alternatif pembiayaan dan laporan berkala kinerja BP dan dewan pengawas BP Batam. ”BP harus meningkatkan pelayanan PTSP menuju single submission. Menyelesaikan perizinan, alokasi dan permasalahan lahan secara win-win solution sesuai koridor ketentuan dan kebijakan,” kata Jumaga.

BP diminta meningkatkan kerja sama dengan pengelola kawasan. Memperbaiki pengelolaan anara dan pelabuhan sebagai pusat logistik dan MRO. Mengembangkan kawasan digital, pariwisata dan keuangan, meningkatkan sarana dan prasarana dan melakukan promosi investasi. ”BP juga diminta melakukan komunikasi positif dengan Pemprov, Pemko dan DPRD, termasuk DK dan tim teknis,” jelasnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here