Pengusaha Minta Tambat Shipyard Digratiskan

0
66
Dwianto

BATAM – Pengusaha galangan kapal atau shipyard mengeluhkan adanya tarif tambat kapal perusahaan shipyard dan kapal yang mendukung kegiatan shipyard. Tarif tambat, seharusnya tidak dikenakan, khusus kapal milik galangan kapal. Saat ini pengusaha mesti membayar 50 persen meski berlabuh di pelabuhan sendiri.

Deputi BP Batam, Dwi Eko Winaryo mengakui adanya tagihan untuk tambat kapal di area shipyard. Namun, menurutnya, itu muncul karena laporan atau manifest dari pemilik galangan kapal itu sendiri yang tidak mereka terima.

”Ada kapal milik shipyard, milik sendiri dan mesti dibuktikan. Barang dibuktikan lewat manifest,” katanya.

Demikian dengan kapal yang masuk galangan kapal untuk kepentingan usaha galangan sendiri agar menyampaikan manifest atau rencana kedatangan dan kapan kapal akan dikerjakan serta kapan akan berangkat atau selesai dikerjakan.

”Mesti disampaikan rencana datangnya dan kapan dikerjain dan kapan pergi. Itu akan di-Rp0-kan (gratis),” tegas Dwi.

Pengusaha galangan kapal juga diminta untuk menyampaikan dokumen, sebelum kapal datang. Namun, sebelum kapal datang dan masuk pelabuhan. Sehingga, dengan dokumen kapal masuk untuk docking atau status kapal milik sendiri, akan digratiskan.

”Tolong bantu, sampaikan dulu dokumen sebelum barang masuk. Jadi jangan setelah masuk, baru teriak 0 persen,” imbaunya.

Hal ini ditegaskan penting sesuai aturan, agar bisa dipisahkan antara kegiatan lego jangkar dari kapal di perairan Batam. ”Itu untuk pengusaha galangan kapal, pengusaha shipyard. Bukan pengusaha lego jangkar,” imbuh Dwi.

Pernyataan itu disampaikan Dwi, menanggapi keluhan Ketua Assosiasi Badan Usaha kepelabuhanan Batam, Lisa. Dikeluhkan terkait tarif tambat di shypiard, tarif Rp0, sesuai Perka. Namun disebutkan, sampai saat ini, masih ditagih Kepala Pelabuhan 50 persen dari tarif pelabuhan umum.

”Surat edaran Kepala Pelabuhan, hanya untuk kapal milik atau yang memiliki saham di shypiard. Kalau di daerah lain, surat edaran Humbla Kemenhub mengatakan, untuk kepentingan shipyard, tarifnya 0 persen,” bebernya.

Menurutnya, keluhan itu disampaikan sesuai dikeluhkan anggota assosiasinya. Saat ini tidak semua perusahaan shipyard memiliki kapal. Sehingga mendatangkan kapal lain untuk mendukung aktivitas usaha shipyardnya.

”Ini penting untuk diperhatikan. Masih banyak anggota yang membayar. Dari Kapos masih meminta membayar-bayar 50 persen,” katanya.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here