Pengusaha Ternak Kesulitan Pasarkan Telur Ayam

0
235
TIM Satgas Pangan Bintan melihat peternakan ayam petelur, di satu lokasi peternakan di Kecamatan Toapaya, kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Ekonomi di Kabupaten Bintan melemah. Kondisi ini ternyata membawa dampak buruk bagi para pengusaha ternak ayam petelur. Sejak beberapa bulan terakhir, pengusaha sulit memasarkan telur ayam dari usaha ternaknya.

Teddy, seorang pelaku usaha ayam petelur mengatakan, saat ini penjualan yang ia lakukan tersendat. Baik penjualan di wilayah Pulau Bintan maupun beberapa pulau terdekat.

Tidak hanya itu, kenaikan harga pakan ternak, bibit ayam dan ongkos pesawat semakin membuat biaya produksi sudah menyamai omzet yang didapat. Akibatnya pelaku usaha hanya mendapatkan keuntungan yang sangat tipis.

”Sekarang susah jual telur, harganya pun cenderung turun. Kalau sebelumnya harga telur nomor 1 seharga Rp 1.500 per butir, kini hanya Rp 1.450. Kalau ukuran nomor 2 sekarang dihargai Rp 1.300, kalau normal Rp 1.350. Untuk telur nomor 3 hanya Rp 1.200, dari harga normal Rp 1.250 per butir,” jelasnya, Rabu (20/3).

Ia menambahkan, untuk penjualan juga tidak selancar sebelumnya. Biasanya 1 atau 2 hari setelah panen, telur langsung terserap pasar, kini agak lama. Padahal kondisi telur akan rusak dalam waktu 2 minggu pascapanen.

”Untuk harga pakan, juga naik. Terutama jagung. Di sini kami pakai konsentrat campuran yang sudah jadi, seharga Rp5.400 per kilogramnya. Sehari kami butuh 1,8 ton untuk makan 12 ribu ekor ayam,” ungkapnya.

”Kalau sehari, kami paling mampu produksi 8 ribu sampai 9 ribu butir telur. Itu jumlah kisaran setiap hari. Namun berbeda-beda. Setiap hari kan jumlah telurnya enggak sama,” sebutnya.

Untuk penjualan ayam tua (afkir), juga mengalami harga yang anjlok. Sebelumnya harga ayam tua di atas Rp20 ribuan. Kini hanya Rp16 ribuan per kilogramnya.

”Ya kami bingung juga mau seperti apa, tapi jalanin saja,” tambah Teddy.

Sementara itu, Setia Kurniawan, PPNS Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan yang juga Tim Satgas Pangan mengatakan, pihaknya akan mendata seluruh peternak yang ada di Bintan. Saat ini dikatakannya ada 17 peternakan dengan berbagai jumlah produksi yang beragam.

”Kami akan data dan mencarikan solusi soal pakan ayam ini. Kami ingin harga tidak anjlok dan tidak tinggi, stabil saja. Dalam waktu dekat akan kami undang seluruh pelaku usaha ternak ayam ini,” tambahnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here