Penimbunan Anak Sungai Lepan Dihentikan

0
379
CEK PENIMBUNAN : Tim Satpol PP, Dinas Perikanan, DLH dan pemerintah kelurahan meninjau lokasi penimbunan bakau dan anak sungai Lepan tanpa izin, baru-baru ini. f-Istimewa

Kades Kuala Sempang Cakap Tak Ada Aktivitas

BINTAN – TIM Satpol PP Bintan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perikanan Bintan dan pemerintah Kelurahan Tanjunguban Selatan meninjau lokasi penimbunan anak sungai hulu Sungai Lepan. Namun, Kepala Desa Kuala Sempang berdalih tidak ada aktivitas penimbunan.

Kepala Kantor Satpol PP Bintan M Insan Amin mengatakan, pihaknya sudah turun bersama beberapa OPD, ke lokasi aktivitas penimbunan anak sungai Lepan, yang dilaporkan warga. Di lokasi, terdapat lokasi anak sungai yang ditimbun oleh pihak tertentu. Kemudian, aliran anak sungai dialihkan ke lokasi lain.

”Dalam aktivitas penimbunan anak sungai ini, ada hutan mangrove yang dibabak. Kemudian, aliran anak sungai itu dialihkan ke lokasi lain. Hampir 1 hektare lahan yang ditimbun dan kawasan bakau yang dibabat itu,” kata Insan Amin, Sabtu (4/11) lalu.

”Tapi, aktivitas penimbunan anak sungai di hulu sungai Lepan ini sudah dihentikan kok. Kami turun, atas perintah bupati yang mendapat laporan dari warga, saat dialog di Tanjunguban,” tambah Insan Amin.

Saat turun ke lokasi, jelas Insan Amin, informasi yang didapatkan bahwa aktivitas penimbunan itu hanya bermodalkan rekomendasi, dari pemerintah Tanjunguban Selatan. Rekomendasi itu, bukan berarti izin aktivitas penimbunan.

”Makanya, kita minta agar pemerintah Kelurahan Tanjunguban Selatan dan Tanjunguban Timur, terus melakukan pemantauan. Kita belum tahu, siapa yang melakukannya, maupun untuk pembangunan apa dari aktivitas ini,” terang Insan.

”Apakah untuk membangun pelabuhan maupun untuk lainnya, kami belum tahu,” sambungnya.

Sementara, Mohammad Hatta, Kepala Desa Kuala Sempang Kecamatan Seri Kuala Lobam justru mengatakan, tidak ada penimbunan maupun aktivitas pertambangan bauksit di daerahnya. Ia pun bingung dengan kunjungan DPRD Bintan yang mempertanyakan itu.

”Kemarin ada Anggota Komisi I dan II DPRD Bintan yang datang ke wilayah kami. Namun setelah kami cek, tidak ada aktivitas tambang atau penimbunan di sepanjang Sungai Lepan sebagaimana diberitakan,” cakapnya, Minggu (5/11).

Ia mengatakan, jika ada aktivitas penimbunan untuk pelabuhan bauksit, maka warga pasti sudah memberitahukan hal tersebut kepada pihak desa. ”Selama ini pun memang tidak ada aktivitas tambang bauksit di sini. Kalau pasir itu sudah beberapa tahun silam berhenti, dan sekarang tidak ada,” tambahnya.

Daeng M Yatir, Ketua Komisi I DPRD Bintan yang diwawancarai menyatakan sudah mendatangi wilayah Sungai Lepan, di Desa Kuala Sempang. Namun pihaknya tidak menemui aktivitas pertambangan maupun penimbunan. ”Kami juga sudah konfirmasi dengan aparatur desa setempat, namun tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyampaikan, pihaknya akan mengecek kemungkinan ada penimbunan ataupun aktivitas pertambangan bauksit di wilayah lain. ”Nanti kami akan cek lagi di mana posisi penimbunan yang dikabarkan tersebut. Kalau ketemu kami tindak,” katanya.

Bicara soal tambang, Yatir menambahkan, saat ini belum ada terindikasi pengusaha mengirim bijih tambang dari pelabuhan Bintan. Namun, aktivitas tambang bijih timah di Sekuning masih jalan. Kemungkinan, izin eksplorasi perusahaan itu digunakan untuk mengambil keuntungan, bisa berubah menjadi eksploitasi. Buktinya, warga Teluk Sebong mendatangi lokasi, Jumat (3/11) lalu.

”Lahan yang ditambang sudah luas. Itu bukan untuk eksplorasi lagi. Tapi sudah mengarah eksploitasi. Sedangkan di Tembeling, ada perusahaan yang membenahi pelabuhan jetty, kabarnya untuk loading bauksit. Tapi, izin ekspor bijih bauksit mentah, kan belum selesai di tingkat pusat,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo menerangkan, sudah turun ke lokasi penimbunan anak sungai Lepan. Penimbunan anak sungai tanpa izin itu, sepertinya untuk membuat pelabuhan jetty, guna loading bijih tambang.

DPRD Bintan belum bisa memastikan, penimbunan buat pembangunan pelabuhan ilegal itu, apakah untuk loading bijih tambang bauksit atau bijih timah? Karena, penimbun anak sungai itu belum diketahui dari perusahaan mana, maupun oknum pengusahanya. ”Ya, aktivitas itu masih koboi-koboi la. Belum ada yang bertanggung jawab,” tutur Agus Wibowo.(YENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here