Peningkatan Status Kejari Perlu Lobi Politik

0
590
TIM Kejagung ketika melaksanakan Coffee Morning bersama tokoh masyarakat di Anambas setelah meninjau lahan rencana pembangunan gedung Kejari Anambas.f-istimewa

ANAMBAS – Eko Siwi Iriyani selaku Kepala Bagian Ortala Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyarankan, bahwa lobi tingkat tinggi jalur politik dapat mempercepat peningkatan status Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas.

Bahkan, lanjutnya, jalur politik yang dimaksud untuk melobi hingga ke Presiden RI. Saat ini, Kejari Anambas masih berstatus cabang dari Kejari Kabupaten Natuna.

”Hadirnya Kejari di Anambas memang sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Selain itu juga, Anambas berbatasan dengan negera tetangga. Belum lagi sidangnya jauh, sehingga memerlukan biaya yang mahal. Hal ini perlu disampaikan kepada presiden untuk dijadikan pertimbangan,” tuturnya.

Lanjut dia, di Anambas sendiri tidak diperlukan Jaksa persiapan menjelang hadirnya Kejari. Sebab, karena telah ada Kacabjari dan tinggal menaikkan statusnya saja.

”Anambas berbeda dengan Maluku Bagian Barat yang tidak ada sama sekali, jadi diperlukan Jaksa penghubung. Karena tinggal meningkatkan statusnya saja,” tuturnya.

Baca Juga :  Pedagang Keluhkan Biaya Bongkar Muat

Sebagai ketua tim biro perencanaan meninjauan lahan, Eko Siwi meninjau lokasi untuk pembangunan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) di Anambas.

Ia mengatakan, pihaknya telah selesai melaksanakan studi kelayakan pembangunan Kejari Anambas. Hasil survei tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Jaksa Agung.

”Hasil survei kami akan disampaikan kepada pimpinan tertinggi yakni Jaksa Agung. Setelah beliau menyatakan setuju, maka Jaksa Agung akan mengirim surat kepada Presiden melalui Sekretariat Kabinet. Disitulah nanti akan diminta pertimbangannya,” kata Eko Siwi, usai Coffee Morning di Loka, Kamis (20/3).

Didampingi oleh Muhammad Hamsur (Kasubbag Kelembagaan Bagian Ortala) Kejaksaan Agung RI, dan Analisis Perencanaan Bagian Ortala Lavia Anjani dan Asbin Kajati Kepri Suwandi.

Ia menyampaikan, karena ini menyangkut dengan anggaran maka pihaknya akan diundang rapat ke Direktur Jendral (Dirjen) Anggaran untuk kemudian meminta persetujuan ke Menpan RB.

Baca Juga :  18 ASN Pemkab Ikuti Diklat Pim

”Setelah ada persetujuan dari Menpan RB. Maka surat akan dikirim kembali, ke sekretariat Kabinet kemudian dilanjutkan kembali ke Presiden. Hal ini yang tidak dapat ditentukan, karena itu tergantung pak Presiden,” jelasnya.

Setelah surat dari Presiden turun, (Kepres-red) baru diproses dan meminta persetujuan dari Menpan untuk penempatan SDM.

Kata dia, layak atau tidaknya itu tergantung pada dukungan pemerintah dan DPRD Anambas.

Setelah itu persiapan sarana dan prasarana, salah satunya adalah lahan yang sudah siap dan bersertifikat serta telah dihibahkan ke Kejaksaan Negeri.

”Apabila lahan tersebut, belum bersertifikat atas nama Kejari Anambas. Maka tidak dapat dibangun, karena DIPA nya adalah DIPA Kejari jadi harus dihibahkan baru dapat dibangun,” jelasnya.

Ia mengakui kalau saat ini, salah satu yang menjadi kendala pembangunan Kejari di Anambas adalah moratorium. Sehingga, untuk pembangunan kantornya harus dengan izin Presiden kembali dan banyak prosedur dan mekanisme yang harus dilalui.

Baca Juga :  KKN, Mahasiswa dan Warga Buka Jalan

”Ideal kapan waktu Kejari Anambas dibentuk, itu ditentukan oleh tanda tangan Presiden. Kalau cepat ditindaklanjuti akan lebih baik,” tegasnya.

Tambahnya, untuk saat ini, yang baru keluar Kepresnya yakni Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat. Dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, masih ada tiga yang belum memiliki Kejati yakni Kejati Sulawesi Barat, Papua Barat dan Kalimantan Utara.

”Untuk Kejari itu ada Sumbawa Barat, yang baru proses organisasinya di Kemenpan RB. Untuk yang telah mendapatkan persetujuan Menpan RB dan DJA itu antara lain Provinsi Papua Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Bengkulu Tengah dan lainnya. Usulan mereka sampaikan pada tahun 2018 silam,” jelasnya. (ign)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here