Penjab Wako Harus Netral di Pilwako

0
286
Endi Maulidi

TANJUNGPINANG – Penjabat (Penjab) Wali Kota yang terpilih nanti harus netral di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Tidak boleh mengajak ASN maupun kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungpinang untuk memilih salah satu calon. Meskipun ASN dan Kepala OPD memiliki hak politik di pilkada namun tidak boleh berpolitik praktis.

Hal ini diungkapkan Pengamat Politik Kepri, Endi Maulidi, kemarin. ”Penjab Wako harus kosisten menjalankan roda pemerintah dengan baik, bukan melakukan politik praktis di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Karena tahun ini tahun politik di Tanjungpinang,” beber Endi.

Selain Penjab Wako harus netral, ia juga bisa menjamin agar Aparatu Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang, juga harus netral, tidak boleh berpolitik praktis apalagi mengumpulkan massa untuk memenangkan salah satu calon. Kepala OPD juga diminta tetap fokus melaksanakan tupoksinya, meskipun tahun ini di Tanjungpinang tahun politik.

”Penjab Wako harus memberikan contoh yang baik bagi bawahannya. Jangan sampai justru memberikan contoh tak baik,” tegasnya. Melihat situasi politik yang berkembang di tengah masyarakat, ia melihat peluang head to head antara H Lis Darmansyah dan H Syahrul di pilkada terbuka, meskipun penetapan pencalonan baru digelar 12 Februari mendatang.

”Pilkada Tanjunginang bakal sengit. Pak Syahrul dan Pak Lis bertarung. Dan, satu-satunya pilkada yang digelar di Kepri maka petinggi parpol di provinsi pasti turun gunung memenangkan calon yang diusungnya,” bebernya.

Ia juga melihat pilkada Tanjungpinang adalah pemenasan partai menuju pemilu legislatif 2019, khusus untuk Tanjungpinang. ”Meskipun ada satu calon independen, tapi masih melakukan gugatan ke KPU, karena banyak syarat dukunganya dicoret KPU. Kita lihat putusan seperti apa nanti oleh Panwaslu,” bebernya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here