Penjual Kue Itu Harumkan Nama Tanjungpinang

0
913
Harry Azhar Azis menerima penghargaan dari Presiden. f-istimewa

Prof Harry Azhar Azis Menerima Penghargaan Bintang Maha Putra Utama

Bintang Mahaputra Utama adalah penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada siapa saja yang memenuhi syarat atas kontribusinya untuk Indonesia. Dari Kepri, ada 2 yang menerimanya.

JAKARTA – Kali ini yang berhasil mendapatkan itu adalah Profesor Harry Azhar Azis. Putra kelahiran Tanjungpinang itu dianggap memiliki jasa besar untuk Indonesia sehingga diberikan gelar tersebut pada 15 Agustus 2019 di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan 28 tokoh lainnya.

Nada suaranya lembut, dan menyimak baik baik apa yang disampaikan lawan bicaranya. Aktivitas politiknya dimulai 1970-an ketika Harry yang menjadi mahasiswa aktif menyuarakan kepentingan publik yang bertentangan dengan zaman Seoharto saat itu.

”Saya pernah ditahan oleh rezim Orde Baru ketika itu karena getol saya menyuarakan suara rakyat, terutama rakyat yang tertinggal dan tertindas, miskin serta termarginalkan oleh negara. Dari dulu saya sering menyuarakan negara itu ada dan hadir justru untuk meningkatkan sebesarnya kesejahteraan rakyat, tak boleh ada 1 pun rakyat yang menderita seharusnya. Karena adalah bangsa yang merdeka,” ujar Harry kepada Tanjungpinang Pos, kemarin usai menerima penghargaan tertinggi untuk warga sipil itu.

Menerima Bintang Maha Putra Utama bukan tokoh sembarangan. Di Kepri baru Muhammad Sani yang mendapatkan penghargaan itu.

Sehingga setiap penerima anugrah tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Dan Harry bersama dengan Alm Sani dua anak daerah Kepri yang menerimanya.

”Saya bangga dan terharu sebagai anak kelahiran Tanjungpinang, Kepri yang bisa membawa nama harum Melayu di ranah nasional Indonesia. Diakui negara sebagai salah satu putra terbaik bangsa,” katanya.

Menurut Harry, dia tidak tahu kapan tim penilai memasukan namanya sebagau salah satu penerima tanda kehormatan tersebut.

”Tiba tiba, staf saya memberikan informasi bahwa saya akan mendapatkan tanda kehormatan pada tanggal 15 Agustus nanti dan diminta hadir di Istana,” kata Harry berkisah.

Harry sewaktu masa kecil sudah memiliki bakat untuk membantu warga di sekitar rumahnya di dekat Masjid Agung Tanjungpinang saat ini.

Ia disebut oleh kawan kawan sebayanya waktu itu Pak Bandar karena sebagai ketua permainan untuk mencari warga yang memerlukan bantuan.

Anggota dari Pak Bandar saat itu adalah Nur Syafriadi yang pernah menjadi Ketua DPRD Kepri selama 10 tahun. Dan Robert Iwan yang pernah menjadi Sekda Prov Kepri.

Karena Harry bukan dari kalangan kaya, maka masa kecil Harry dihabiskan dengan berjualan kue di pasar dan juga memungut bola tenis.

Dengan memungut bola tenis, Harry akan diupah oleh kalangan berada yaitu para pejabat yang sedang bermain di Lapangan Tenis Ban di samping Gedung Daerah.

Dengan upah tersebut digunakan untuk belanja saat sekolah. Itulah masa masa kecil Harry tidak pernah dia lupakan ketika dia menjadi pejabat penting di negeri ini.

Pelajaran hidup yang susah menjadi bekal peraih doktor ekonomi dari Amerika ini dalam memperjuangkan rakyat Indonesia nantinya ketika dia menjadi anggota DPR RI hingga menjadi Ketua BPK RI.

Dia berharap, semakin banyak ke depan anak anak Kepri yang mengikuti jejaknya.

”Tunjukkan karya dan ikhlas lah berjuang untuk bangsa Melayu dan Indonesia. Jangan jadikan diri kita orang Melayu yang tercemar. Karena bahasa Melayu itu bahasa ibu Indonesia, jagalah itu dan jaga anak anak keturunan kita sebaik baiknya,” Harry mengingatkan.

Tentu Ia juga merasa sedih mendengar kabar Gubernur Kepri dan kepala Dinas di Kepri berhadapan dengan KPK.

”Saya percaya amanah itu adalah taqdir, bukan dikejar kejar. Kepada Allah kita semua berserah diri agar kita diberikannya yang terbaik di dunia dan akhirat,” ujar Harry.

Soal tugas dalam menjalankan amanah ini, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu selalu ingat dengan berusaha menjalankan sebaik baiknya.(PATRIA-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here