Penjualan Properti Anjlok

0
821
Jalan umum: Rombongan Wali Kota Batam Rudi saat meninjau proyek pelebaran jalan umum beberapa waktu lalu.f--martua/tanjungpinang pos

BATAM – Penjualan properti di Batam anjlok pada pada semester I tahun 2017. Penurunan itu disebabkan kondisi perekonomian masyarakat hingga daya beli atas properti juga anjlok. Bahkan, penurunan penjualan properti turun sampai 30 persen. Hal itu dikatakan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam Achyar Arfan, Senin (24/7) di Batam.

Kondisi ini berbeda dengan penjualan properti secara nasional yang sudah membaik. ”Di banding periode sama tahun lalu, penjualan tahun ini juga turun,” ungkap Achyar.

Tapi, kondisi seperti ini berbeda dengan dialami Bank BTN yang biasa menangani kredit perumahan di Indonesia. BTN pusat mengungkapkan, secara nasional pengajuan kredit rumah naik, sekitar 30 persen. Hanya saja, Kepala Bank BTN cabang Batam, Ali Irfan, mengaku sedang di luar kota dan tidak memegang data. ”Masyarakat banyak kehilangan pekerjaan, jadi mempengaruhi daya beli. Properti kelas menengah ke bawah, dan mewah mengalami penurunan,” sambung Achyar.

Baca Juga :  Tertarik Kelola Hang Nadim

Diakui, perkiraan angka 30 persen penurunan itu, diakui dari sejumlah bank di Batam, yang melayani kredit perumahan. Selain itu, juga data dari yang disampaikan developer atau pengembang. ”Kondisi ekonomi mendorong warga menunda pembelian properti,” bebernya.

Saat ditanya terkait dengan Uang Wajib Tahunan (UWT) Badan Pengusahaan Batam yang naik tahun lalu, diakui tidak banyak berpengaruh. Alasannya, pengembang masih banyak yang melanjutkan perumahan diatas lahan yang WTO dibayar sebelumnya. ”Banyak yang membangun diatas lahan sebelumnya. Melanjutkan pembangunan. Jadi masih tarif lama. Kalaupun ada dibangun diatas lahan dengan UWT baru, tak banyak pengaruh,” bebernya.

Baca Juga :  Alokasi Lahan Bisa Diakses di Google Earth

Karena itu, dinilai kondisi itu terjadi lebih pada kondisi perekonomian masyarakat saat ini. Diharapkan, pada semester II tahun ini, ada pertumbuhan penjualan properti di Batam. Perbaikan ekonomi masyarakat terus dilakukan, baik Pemko dan BP Batam. Sehingga daya beli masyarakat diharap dapat meningkat. ”Dari kami pengembang dan pihak perbankan juga akan memberikan kemudahan dan bonus-bonus untuk menarik penjual,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank BTN, Maryono, mengatakan KPR dengan sistem subsidi mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Sedangkan yang tidak subsidi, mengalami peningkatan sekitar 9 persen, dari tahun sebelumnya di periode yang sama. Namun kondisi itu terjadi secara nasional, terlebih setelah ada kebijakan Presiden Joko Widodo, menggesa pembangunan infrastruktur di seluruh daerah. Untuk Batam, diharapkan kedepan ada peningkatan, karena menjadi salah satu percotohan apartemen bersubsidi. Program itu dijalankan untuk mendukung program sejuta rumah subsidi yang digalakkan pemerintah pusat.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here