Penomoran SMA Sederajat Per Kecamatan untuk Kabupaten

0
62
SALAH seorang wali siswa mengunjungi SMAN 1 Tanjungpinang belum lama ini. Penomoran SMAN dan SMKN di Kota Tanjungpinang, bukan berdasarkan kecamatan seperti di kabupaten. F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sejak awal tahun 2017, penomoran SMA/SMK dilakukan per masing-masing kecamatan. Beda dengan SD dan SMP, penomoran berdasarkan kabupaten/kota.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, Atmadinata mengatakan, perubahan penomoran itu hanya berlaku di kabupaten.

”Perubahan itu setelah kewenangan SMA sederajat dialihkan dari kabupaten/kota ke provinsi sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Atmadinata via ponselnya, kemarin.

Tapi, kata dia, penomoran SMA sederajat per kecamatan hanya berlaku bagi kabupaten. Sedangkan untuk kota, masih tetap seperti dulu.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Bintan, penomoran SMA/SMK dilakukan per kecamatan. Jika di satu kecamatan ada dua SMA dan dua SMK, maka penomorannya dimulai dari sekolah paling tua.

Sehingga, di satu kecamatan itu akan ada SMAN 1, SMAN 2 dan SMKN 1 serta SMKN 2. Demikian juga di kecamatan lainnya akan dilakukan penomoran yang sama.

”Kecamatan lain di Bintan yang ada SMA dan SMK, penomorannya juga sama. Sehingga SMAN 1 atau SMKN 1 banyak di Bintan. Tapi nama kecamatannya mengikut. Misalnya, SMKN 1 Tanjunguban. Nanti di kecamatan lain ada juga SMKN 1 Gunung Kijang,” tambahnya.

Beda dengan sebelumnya, bahwa penomoran SMK dan SMA itu berturut dan tidak ada nomor sekolah yang sama. Karena penomoran sekolah berikutnya dilakukan dengan melihat nomor sekolah sebelumnya.

Jika SMAN 1 sudah ada, maka sekolah berikutnya adalah SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4 dan selanjutnya. Demikian juga untuk SMK. Ini berlaku untuk sekolah-sekolah negeri.

Tapi untuk kotamadya seperti Batam dan Tanjungpinang, tidak ada perubahan nomor sekolah. SMAN 1 hanya ada satu. SMKN 1 hanya ada satu. SMAN 2 hanya satu. SMAN 2 hanya ada satu.

Atmadinata menjelaskan, penomoran sekolah per masing-masing kecamatan memudahkan untuk mencari alamatnya. Misalnya, SMKN 1 Tanjunguban. Maka untuk mencarinya langsung ke Tanjunguban.

”Kalau dulu kan susah. Misalnya SMKN 1 Bintan, dimana mau dicari. Bintan itu luas. Lokasinya tak spesifik. Kalau sekarang letak sekolahnya di kecamatan mana. Tinggal pergi ke kecamatan itu,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan data dari website resmi Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, jumlah SMK negeri dan swasta di Kepri 97 unit. Sedangkan jumlah SMA negeri dan swasta 129 unit. Jumlah ini belum termasuk MA/MAN.

Jumlah SMA swasta di Kepri 46 unit dan SMA negeri 83 unit. Adapun jumlah SMK swasta di Kepri 67 unit dan SMK negeri hanya 30 unit. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here