Pentingnya Mapala Bagi Lingkungan dan Kampus

0
151
Muhammad Iqbal Ariefandana


Oleh: Muhammad Iqbal Ariefandana
Mahasiswa Jurusan, TBI, STAI MU Tanjungpinang

Setiap mahasiswa banyak yang tertarik untuk bergabung ke Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam. Namun, yang fisiknya tidak kuat, banyak yang menahan keinginannya itu. Mahasiswa Pecinta Alam identik dengan mahasiswa yang hobi melakukan kegiatan pendakian gunung, susur pantai, panjat tebing dan kegiatan alam lainnya. Seringkali muncul pandangan negatif terhadap mahasiswa yang tergabung di mapala. Dengan sebutan terlalu bebas, penampilannya lusuh dan terkesan cuek terhadap penampilan. Padahal kebebasan, rapinya penampilan itu berpulang pada diri masing-masing.

Ada juga yang beranggapan bahwa kegiatan mereka hanya hura–hura, kegiatan yang membuang – buang waktu. Tentu saja, tudingan itu sumbernya dari mereka yang tiak mengerti dengan fungsi dan makna serta kegiatan Mapala. Kegiatan Mapala selalu diisi dengan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan alam seperti penghijauan, konservasi dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Umumnya, Mapala punya aturan-aturan tegas dan jelas untuk anggotanya untuk mewujudkan tujuan dari visi dan misi Mapala. Di Mapala ada aturan yang harus ditaati setiap anggotanya. Seperti tidak boleh berpacaran kepada sesama anggota, konsekuensinya, apabila ada yang melanggar aturan tersebut akan dikeluarkan dari Mapala, hingga setiap anggota selalu berupaya untuk melakukan tugas dan fungsinya sebagai anggota Mapala.

Organisasi Mapala sangat penting bagi mahasiswa untuk pengembangan bakat dari mahasiswa sendiri . Selain melatih jiwa survival, juga untuk memaknai pentingnya kebersamaan. Di Mapala juga diajarkan pentingnya kebersamaan, hingga kita bisa lebih menyadari peran kita sebagai makhluk sosial. Untuk masuk Mapala, setiap calon anggotanya mesti mengikuti Pendidikan Dasar (DIKSAR). Pendidikan ini untuk melatih mental calon anggotanya agar tidak manja dan dilatih kemampuan kita untuk mandiri dan mampu membantu rekan-rekan.

Peran Mapala sangat penting di dalam universitas, dikarenakan tanpa adanya organisasi pencinta alam, dikhawatirkan alam dan bumi yang sangat tua ini akan semakin hancur. Kegiatan Mapala juga sebagai upaya mencegah global warming yang hangat diperbincangkan di era sekarang. Dan organisasi ini juga banyak manfaatnya yang tidak hanya membawa nama besar kampus sendiri tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa pencinta alam tidak seburuk yang dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Sebagai manusia yang hidup di muka bumi, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga bumi. Manusia modern mayoritas tidak selaras lagi dengan alam maupun sesama manusia. Manusia lebih sibuk kerja untuk mencukupi sehari-hari, bersenang-senang ,tetapi lupa akan dimana dia berpijak dan tinggal dan kurang peduli dengan alam sekitarnya.

Anggota Mapala juga sangat menjunjung tinggi nilai dan adat yang berlaku di dalam kampus dan tanpa pemikiran sendiri terhadap kegiatan yang mungkin akan dilakukan atau sedang kami jalankan. Mapala sangatlah berguna untuk lebih mencintai alam yang sudah mulai rusak dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Tugas Mapala untuk melakukan penghijauan supaya tidak terjadi yang lebih buruk terhadap alam. Dan kegiatan itu bisa diisi dengan penanaman mangrove atau pohon bakau di sekitar area pantai, supaya tidak terjadinya abrasi pantai yang bisa membahayakan warga di sekitar pantai dan makhluk hidup di sekitarnya. Jiwa sosial para anggota Mapala cukup dikenal cukup tinggi, hal ini bisa terlihat dari setiap ada bencana, para anggota Mapala selalu mengambil peran untuk membantu warga sebagai relawan bencana.

Umumnya, setiap kampus mendukung keberadaan organisasi Mapala, sehingga anggotanya akan semakin banyak dan kegiatan sosialnya juga menjadi semakin banyak pula. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here