Pentingnya Pelatihan Bahasa Inggris

0
88
Dyah Purwaningsih

Pemuda Di Era Millenial dan Digital

Oleh: Dyah Purwaningsih
Mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang

Bahasa Inggris, merupakan bahasa global yang hampir dipergunakan seluruh negara di dunia sebagai bahasa komunikasi untuk berbagai kebutuhan seperti ekonomi, politik, budaya serta ilmu pengetahuan. Namun saat ini kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau masih minim. Hal ini yang membuat SDM kita kurang begitu bersaing dengan SDM dari negara lain.

Kepri, yang berada dekat dengan perbatasan negara tetangga dipastikan akan sangat ketat persaingan dunia kerja. Ketrampilan SDM Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mumpuni dalam bahasa asing atau bahasa Inggris, membuat lebih banyak diterima dunia kerja profesional dibanding tenaga kerja lokal. Menurut data dari English First (EF), di ASEAN, negara Singapura, Malaysia dan Pilipina merupakan negara dengan indeks Bahasa Inggris tertinggi. Hal ini yang membuat SDM negara tersebut diterima banyak bekerja di setiap negara, termasuk Indonesia.

Kepri yang memiliki potensi pariwisata ketiga terbesar di Indonesia serta berbagai industri dan investasi asing memerlukan SDM atau pemuda yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan yang cakap, kemampuan kepemimpinan serta bahasa asing yang berkualitas. Tidak sedikit banyak ditemui SDM pemuda lokal justru tidak mampu diterima atau diserap lapangan kerja dengan alasan tidak memenuhi syarat bekerja, terutama ketrampilan berbahasa asing. Padahal, di era millenial dan digital kini, ketrampilan berbahasa asing khususnya bahasa inggris merupakan standar dasar untuk memahami berbagai ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi komputer dan juga telepon pintar.

Baru-baru ini, Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri, mengingatkan para pekerja Indonesia untuk meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Kemampuan ini dibutuhkan untuk menunjang pekerjaannya. Peningkatan kemampuan berbahasa asing dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Apalagi saat ini dunia menjadi semacam desa global, sehingga SDM Indonesia juga harus menguasai bahasa asing.

Hanif juga mengatakan, salah satu kelemahan yang masih dimiliki pekerja Indonesia adalah penguasaan bahasa asing. Melihat kondisi SDM di Indonesia, salah satu kelemahannya adalah bahasa. Kelemahan lainya pada umumnya adalah manajemen leadership dan computer.

Senada dengan Hanif Dhakiri, Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius mengatakan, kehadiran Revolusi Industri 4.0 tampaknya tidak bisa dihindari lagi untuk penggunaan bahasa Inggris. Dia menuturkan, pemerintah tengah berupaya menyiapkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan untuk menghadapi revolusi industri keempat itu. Adanya Revolusi Industri 4.0 juga akan memunculkan pekerjaan baru. Kita harus menyiapkan anak-anak muda bangsa agar bisa menyesuaikan diri.

Yulius memaparkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat mengundang beberapa pelaku industri lokal, dan bertanya mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan anak muda demi menyambut kemajuan zaman tersebut. Dijelaskannya presiden beberapa saat lalu sempat memanggil pelaku industri lokal seperti pemilik Go-jek dan Tokopedia, lalu menanyakan apa saja yang harus dipersiapkan anak muda (demi menyambut Revolusi Industri 4.0). Mereka menjawab, anak muda kita harus diajari Bahasa Inggris sejak awal.

Dari keterangan Menteri Ketenagakerjaan RI dan juga Kementerian Perekonomian tadi jelas ketrampilan SDM perlu didasari dengan kemampuan berbahas Inggris. Seperti apa untuk meningkatkan SDM tersebut untuk di Kepri?, pasti peran pemuda dengan berbagai kelompok, grup, komunitas dan perkumpulan sangat penting. Bukan hanya sekedar menjadi wadah berkumpul saja, kelompok-kelompok pemuda harus menjadi wadah, pendorong dan pencipta SDM pelatihan ketrampilan bahasa asing.

Selama ini, banyak kelompok pemuda yang belum memperhatikan ketrampilan SDM bahasa asing. Pemuda masih banyak berkutat dengan kegiatan seremonial, budaya bahkan hingga politik semata. Padahal yang dapat meningkatkan kemampuan pemuda adalah pemuda itu sendiri. Saat ini perlu diciptakan pandangan dan tindakan yang nyata soal peningkatan SDM pemuda. Era millenial dan digital ini sudah menuntut pemuda mampu untuk berbahasa asing. Jika tidak mampu, maka harus siap-siap kalah bersaing.

Untuk meningkatkan SDM bahasa asing, perlu juga realisasi dari pemerintah, swasta dan juga pemuda. Badan atau institusi pembinaan dan pelatihan bahasa asing secara gratis untuk masyarakat juga sangat penting. Pembinaan dan pelatihan ketrampilam bahasa Inggris harus dimulai sejak usia dini dan segera mungkin, sehingga keterlambatan pendidikan bahasa Inggris tidak terlambat seperti generasi saat ini.

Dalam pembinaan dan pelatihan tersebut harus dilakukan oleh seluruh pihak terkait dan terus menerus, serta harus dihilangkan seremonialnya. Sehingga pembinaan dan pelatihan lebih bersifat substansi nyata, bukan hanya sekedar nama program yang dibesar-besarkan dalam kegiatan seremonial singkat yang menghabiskan biaya yang besar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here