Pentingnya Pendidikan Berkarakter di Era Milenial

0
1965
Ririn Try Milen Hutasoit

Oleh : Ririn Try Milen Hutasoit
Mahasiswi FKIP, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, UMRAH

Pendidikan adalah hal salah satu bekal sangat penting. Dunia butuh orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negari. Selain itu, karakter pun sangat diutamakan, karena orang-orang saat ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih,melainkan juga pada karakter dari pribadi setiap orang.

Sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia yang terdapat dalam pembukaan Undang-Undang 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Cita-cita inilah yang membuat besar dan berkembangnya negara Indonesia hingga sampai saat ini.

Pada saat ini Indonesia sudah masuk dalam era globalisasi, dimana salah satunya ditandai dengan mudahnya masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Hal ini membawa pengaruh positif maupun pengaruh negatif bagi yang menerimanya. Pengaruh positif globalisasi terhadap perubahan tata nilai dan sikap, menyebabkan adanya pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional sedangkan pengaruh negatif globalisasi terhadap masyarakat adalah masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktifitas, dimana kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesamanya.

Oleh sebab itu, dalam menyiapkan generasi milenial zaman now terhadap pengaruh globalisasi yang saat ini sedang berlangsung, pentingnya dalam sekolah-sekolah ditanamkan pendidikan karakter bagi para pelajarnya sehingga dapat bersaing dan tidak mudah terpengaruh oleh dunia luar.

Melihat besarnya pengaruh globalisasi terhadap kehidupan manusia terutama untuk bangsa Indonesia, baik pengaruh positif maupun negatif di era sekarang ini maka perlu adanya daya tangkal dan daya cegah masyarakat yang baik khususnya pada generasi milenial. Generasi ini memiliki ciri dan karakter yang khas dan berbeda dibanding dengan generasi sebelumnya. Dari usia mereka sangat muda dan kedepan mereka akan memegang peran yang sangat penting dalam kurun waktu 10 tahun kedepan. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini terdapat 50% penduduk adalah usia produktif dan berasal dari generasi milenial dan akan mencapai angka 70 dari penduduk usia produktif pada tahun 2020 sampai 2030. Sehingga untuk membuat generasi milenial dapat berkompetensi dan terhindar dari pengaruh negatif globalisasi, perlu mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tantangan zaman sekarang ini.

Pendidikan yang diharapkan adalah secara sadar mennyiapkan peserta didikan dengan kegiatan dan pengajaran yang sesuai dengan tantangan zaman dimasa depan. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanl, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual,keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan .

Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus. Menurut saya, seorang individu tidak cukup hanya diberi bekal pembelajaran dalam hal intelektual belaka tetapi juga harus diberi hal dalam segi moral dan spritualnya, seharusnya pendidikan karakter harus beriringan dengan perkembangan intelektualnya yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khusunya dilembaga pendidikan. Pendidikan karakter dapat dilakukan pada pendidikan formal dan informal secara umumnya, yang mana dalam pelaksanaanya dilakukan dengan saling melengkapi. Pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum,kejuruan, akademik, profesi, keagamaan, dan khusus. Pendidikan karakter di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan pengembangan diri antara lain melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti pengurus osis,pramuka,olahraga,seni,keagamaan dan lainnya. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini sangat menyentuh, mudah dipahami, dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan bakat yang dapat dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan pendidikan Non-formal pengetahuan yang dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.

Pendidikan karakter di Indonesia memang sudah berjalan seperti di beberapa negara lainnya, seperti di Inggris, Amerika, dan Finlandia. Namun bila melihat hasilnya dibandingkan dengan negara-negara yang telah disebutkan, Indonesia masih jauh tertinggal. Hal ini disebabkan karena pendidikan di Indonesia saat ini lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan,kecerdasan dan kurang memperhatikan atau mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan karena kurang perhatian pemerintah terhadap pendidikan karakter. Jadi jangan heran bila generasi milenial Indonesia banyak yang terjerumus dalam kehidupan bebas, banyak yang mengkonsumsi narkoba serta berhubungan seks tanpa memiliki ikatan.

Oleh sebab itu, kedepan perlu menjadi perhatian pemerintah Indonesia yang lebih terpola dan terukur pada dunia pendidikan untuk mensukseskan program pendidikan karakter pada generasi milenial. Salah satunya dengan cara perbantuan pembangunan sekolah bertaraf internasional dengan biaya sekolah yang murah dari pemerintah pada daerah-daerah yang memiliki kualitas pendidikan karakter yang dinilai masih kurang dengan dilengkapi fasilitas pendukung yang lengkap, pemberian tenaga pendidik yang berkualitas dan masih banyak lagi yang lainnya serta dalam pelaksanaannya dilakukan pengawasan dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

Sehingga, bila ini dilakukan secara konsisten, generasi milenial Indonesia dapat bersaing dan berkompetensi dengan negara-negara yang sudah maju di era globalisasi. Ketika kita masih mengingat pesan Bung Karno, Presiden pertama RI, Bung Karno yang menggelorakan tema besar “nation and character building” pernah berpesan kepada kita Bangsa Indonesia, bahwa tugas berat untuk mengisi kemerdekaan adalah membangun karakter bangsa. Pernyataan Bung Karno ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter demi tegak dan kokohnya jati diri bangsa agar mampu bersaing di era globalisasi sekarang ini. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here