Pentingnya Sabar dalam Kehidupan

0
12192
Muhammad Idris DM.

Oleh: Drs. H. Muhammad Idris DM, MM, MSi
Dosen UMRAH Tanjungpinang dan Dosen di berbagai Perguruan Tinggi

Kata-kata Sabar dalam Islam merupakan salah satu dari sifat mahmudah, sifat terpuji yang perlu dan mesti terwujud dalam diri setiap umat Nabi Muhammad SAW, kerana sifat sabar ini adalah asas dalam etika atau akhlak Agama Islam, bahkan ia merupakan induk kepada segala akhlak di dunia dan inbasnya kepada kehidupan akhirat.

Ada yang berpendapat bahwa sabar adalah menahan diri dari sesuatu yang tidak di senangi, bahkan dapat diartikan bahwa Sabar itu adalah sebagai usaha menusia secara sungguh-sungguh untuk berada di jalan Allah yang diRidhahi Allah SWT. Jadi sabar itu tidak hanya sekedar pasrah terhadap dari segala persoalan dan keadaan tanpa diiringi usaha. Allah SWT menganjurkan semua umat manusia agar menjadikan sabar dan shalat sebagai pembantu dan penolong dalam hidup dan kehidupan.

Jadi sabar itu sikap menahan diri dari kesulitan, kesusahan dan menyikapinya sesuai dengan ketentuan syariah Islam dengan menjaga akal, menjaga lisan dari perkataan yang tercelah dan menahan anggota badan dari perbuatan yang akan mendatangkan perbuatan yang akan mendatangkan dosa dan laininya.

Inilah pengertian sabar yang perlu kita tanamkan dalam diri kita, dan sabar ini tidak sama dengan cobaan. Karena menahan diri untuk tidak bersikap berlebihan, atau menahan diri dari tidak boros harta bagi yang mampu juga merupakan bagian dari sabar. Sabar harus kita terapkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Bukan hanya ketika kita dalam kesulitan, tapi ketika dalam kemudahaan dan kesenangan juga kita harus tetap menjadikan sabar sebagai aspek kehidupan bagi kita semua.

Dalam hidup dan kehidupan kita di dunia ini memang penuh dengan suka dan duka, senang dan susah silih berganti. Karena hidup ini memang mengalami berbagi cobaan dan tantangan. Segala usaha dan pekerjaan, ada yang lancar jalannya, sesuai dengan yang diharapkan, banyak pula yang gagal dan kandas karena berbagai rintangan.

Untuk mengembangkan kebaikan dan perjuangan menegakkan kebenaran serta keadilan senatniasa menghadapi rintangan dan halangan, sehingga dalam perjuangan itu banyak yang gagal. Dalam menghadapi berbagai macm rintangan dan halangan tersebut, diperlukan kesabaran yang mendalam agar terhindar daripada patah hati atau putus asa.

Sabar yang dimaksudkan dalam uraian ini, yakni sabar dalam artian berhati teguh, berkemauan keras dan tabah dalam menghadapi kesulitan, tidak mengeluh dan tidak mengenal munddur. Karena orang yang sabar mudah untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, sebagaimana perintah Allah dan Allah bersama orang-orang yang sabar.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : ’Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.’ (AQS. Al-Baqarah/2 : 153).

Jadi apabila seseorang itu tidak sabar dalam menghadapi berbagai macam situasi dan rintangan, ia akan merasa kecewa. Karena segala sesuatu yang dikerjakan tanpa disertai dengan kesabaran tidak mungkin akan mencapai sukses.

Oleh karena itu dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan atau perjuangan merupakan syarat utama untuk sukses dalam usaha yang dilksanakannya, harus diserai dengan pengertian dan kesadaran yang mendalam yang sangat mendorong untuk berlaku sabar. Orang mukmin hendaknya senantiasa berhati sabar apabila menghadapi kesulitn atau musibah. Dan dia bersyukur apabila mendapat keberuntungan dan kesengan serta kebahagiaan.

Dalam hidup ini, berbagai macam kesabaran, namun yang paling berat diantaranya; menghadapi hati yang marah yang tidak dapat mengendalikan dan menguasai pikiran diwaktu marah, karena hal itu dapat menghilangkan kesabaran, hilang akal. Tetapi orang yang bersifat sabar dapat menahan hatinya dan mengusai pikirnnya dalam waktu yang sulit itu.

Bagi orang selalu berlaku sabar, Allah memberikan pahala yang cukup dan cita-citanya akan tercapai serta muda mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya : “… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (AQS. Az-Zumar : 10).

Sabar itu lawannya lemah semangat, mudah terombang-ambingkan dengan situasi dan kondisi, cepat patah hati atau putus asa. Orang yang lemah semangat lebih banyak menempu jalan mundur daripada jalan maju.

Dalam menghadapi berbagai macam tugas dan pekerjaan kadang-kdang kian lama semakin bertambh berat. Ibarat orang yang mendaki gunung, makin tinggi gunung yang didaki, jurangnya semakin dalam.

Bagi orang berhati sabar dan mempunyi semngat yang kuat tidak merasakan bukit yang tinggi, ia sanggup mengatasi segala kesulitan dan rintangan. Karena kesabaran memberikan kekuatan dan datangnya pertolongan dari Allah SWT.

Allah SWT senantiasa memberikan berbagai ujian kepada kita, baik berupa ketkutan, kelaparan, kekurangan harta, kekurangan buah-buah, gempa bumi, banjir angin ribut, dan sebagainya, sehingga nampak siapa yang diantranya yang berjuang dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (AQS. Al-Baqarah: 155)

Sayyidinaa Ali Karramallahu Wajhah pernah mengatkan bahwa kesabaran itu ada tiga macam: Perama, Kesabaran dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT; Kedua, Kesabarn untuk meninggalkan kemaksiatan, perbuatan keji yang mendatangkan dosa; Ketiga, Kesabaran menghadapi berbagai macam coban atau musibah.

Ketiga kesabaran itulah yang perlu di perhatikan dalam berbagai usaha dan kegiatan dalam memperjuangkan hidup dan kehidupan untuk meperoleh kebahagiaan di dunia dan kebahagian di akhirat kelak.

Oleh karena itu jalan terbaik untuk menghadapi berbagai macam urusan adalah sabar, karena orang yang sabar akan memperoleh pahala yang besar dan jalan kemudahan dari Allah Swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Sabar dan ihtisab (mawas diri) lebih utama dari membebaskan budak-budak dan Allah akan memasukkan orang yang sabar dan mawas diri kedalam syurga tanpa hisab.” (HR. Ath-Tabrani).
Semoga berkah dan bermanfaat … menjadi amal jariyah. Terima Kasih ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here