Penumpang Tolak Naik KM Kalimas

0
394
KAPAL KM Kalimas Utama yang merupakan kapal barang ditolak calon penumpang karena tidak layak dan bukan kapal penumpang. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Para penumpang lanjutan yang tertunda akibat kandasnya KM Bukit Raya di perairan Sedanau tepatnya di karang kering, sebagaian menolak untuk naik KM Kalimas Utama.

NATUNA – Kapal tersebut dipersiapkan, sebagai pengganti yang disediakan PT Pelni guna melanjutkan perjalanan penumpang. Hal tersebut lantaran, KM Kalimas Utama yang sudah bersandar di Pelabuhan Selat Lampa seharusnya hanya memuat barang. Namun, kapal juga dipaksakan untuk mengangkut penumpang yang ingin mudik ke daerah asal.

Yusuf salah seorang penumpang tujuan pontianak, yang terpaksa tertunda perjalanannya karena KM Bukit Raya kandas menuturkan, awalnya sejak dikabarkan Bukit Raya mengalami kandas dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Sehingga, pihak PT Pelni memberikan pelayanan maksimal bagi para penumpang yang tidak bisa berangkat dengan kapala KM Kalimas.

Namun yang menjadi kekecewaan bagi para penumpang adalah, tranportasi laut yang disediakan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman sangat tidak layak sekali.
Karena KM Kalimas yang disediakan, sebetulnya kapal barang bukan untuk penumpang seperti halnya KM Bukit Raya yang fasilitasnya sudah sangat bagus sekali.

”Pelayanan maksimal diberikan PT Pelni sangat baik sekali. Khususnya bagi kami para penumpang yang tertunda perjalanan ke kampung halaman. Mulai dari penginapan sampai makanan, untuk sahur maupun berbuka puasa. Tapi yang menjadi persoalan adalah, kapal pengganti bagi kami yang akan melanjutkan kembali ke tujuan diminta untuk naik kapal yang sudah penuh dengan barang dan penumpang, jelas kami menolaknya,” kata Yusuf, selaku koordinator para penumpang lanjutan KM Bukit Raya, Senin (21/5) pagi.

Hal ini menjadi dasar para penumpang tidak ingin naik KM Kalimas, selain keadaan kapal yang tidak layak. Padatnya penumpang pun menjadi persoalan, bagi para penumpang lanjutan yang rata-rata banyak ibu-ibu dan anak-anak. Selain itu, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Daerah untuk bisa menyediakan tranportasi yang layak seperti layaknya para penumpang tujuan Midai.

”Bagaimana mau naik kapal itu, untuk fasilitasnya saja sudah sangat berbeda dengan KM Bukit Raya. Masa kapal barang dipaksa bawa penumpang dan para penumpang terpaksa harus tidur diburitan kapal sudah seperti ikan asin saja. Kami hanya meminta hak kami yang layak, seperti layaknya kapal penumpang. Kami juga meminta Pemda setempat, untuk bisa memberikan kapal yang layak seperti penumpang tujuan midai,” ungkapnya.

Sementara Mardani selaku perwakilan Pihak Pelni yang turut hadir pada pengiriman para penumpang lanjutan menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait transportasi untuk para penumpang lanjutan yang dinilai para penumpang sangat tidak layak.

”Kita tidak bisa memaksakan, para penumpang untuk melanjutkan perjalanannya menggunakan KM Kalimas Utama. Karena saat ini, tranportasi laut yang melayani perjalanan lanjutan tujuan Serasan dan Pontianak hanya ada kapal itu. Dan kepada yang tidak ingin melanjutkan perjalanan, kita tetap akan fasilitasi kembali sampai para penumpang bisa kembali kekampung halaman,” jelasnya.

Keterbatasan armada transportasi laut diwilayah kepulauan masih sangat terbatas, dan rencananya akan diusahakan penambahan armada yakni KM Lawit. ”Kita tidak bisa berbuat banyak, transportasi yang ada hanya ada kapal KM Kalimas. Sekitar seminggu lagi baru ada KM Sabuk Nusantara. Namun, kita tetap akan mengusahakan pelayanan terbaik bagi para penumpang yang masih tinggal,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here