Penumpang Turun di Tengah Laut

0
641
KAPAL pompong menjemput beberapa penumpang dari kapal feri Mv Ceria Indomas di tengah laut tepatnya di Desa Telaga Kecamatan Siantan Selatan. f-indra gunawan/TANJUNGPINANG POS
Tak miliki fasilitas pelabuhan yang memadai, kapal feri Mv Ceria Indomas masih menurunkan penumpang di tengah laut di Desa Telaga. Desa itu membutuhkan sarana pelabuhan yang memadai.

ANAMBAS – Tak hanya Mv Cerita Indomas, namun sejumlah penumpang kapal feri antar pulau menurunkan penumpang di tengah laut dengan dijemput pompong kayu akibat kapal feri tidak bisa sandar.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Desa Telaga, bahwa kapal feri Mv Ceria Indomas yang singgah dan menurunkan penumpang.

”Saya tidak tahu secara pasti, jika memang ada penumpang kapal feri diturunkan ditengah laut menggunakan kapal pompong. Tapi laporan itu ia mengetahuinya,” kata Andi Agrial, selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas ketika ditemui, Selasa (22/1).

Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan survei untuk rencana pembangunan akses pelabuhan di Desa Telaga tersebut.

Menurut informasi dari pengelola kapal feri, bahwa kapal tidak bisa sandar di Pelabuhan Desa Telaga akibat pelabuhannya masih kecil.

Baca Juga :  Takut Gagal, UNBK Tak Diterapkan

Selain itu, untuk area manuver untuk kapal feri juga sangat sempit.

”Setelah survei kita akan lakukan rencana pembangunannya. Kapal ferinya kapasitasnya besar, sulit untuk manuver. Maka penumpang itu diturunkan di tengah laut tapi dijemput menggunakan kapal pompong di sana,” jelas dia.

Ia menambahkan, untuk menurunkan penumpang di Desa Telaga tergantung keadaan cuaca.

Jika gelombang tinggi, maka tidak dibenarkan menurunkan penumpang di tengah laut sebab akibatnya sangat berbahaya.

”Kemarin itu, gelombang cukup baik dan sangat mudah menurunkan penumpang di tengah laut,” tutur dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD KKA Muliady mengatakan, pihaknya akan mendorong dilaksanakannya survei untuk mencari daerah mana yang cukup reresentatif untuk dibuat pelabuhan.

”Dari hasil survei nantinya, maka akan kita kita ketahui apakah pelabuhan dapat diperpanjang ataupun dibuat pelabuhan baru. Saya sangat khawatir, apabila turun di tengah laut sangat berbahaya,” sebut dia.

Baca Juga :  Dewan Usulkan Ranperda Pengelolaan Sampah

Belum lama ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Abdul Haris SH, turut meresmikan pelayaran perdana kapal feri Mv Ceria Indomas.

Kapal cepat tersebut, akan menjadi angkutan laut untuk rute Tarempa-Kuala Maras PP dari Pelabuhan Pemda, Rabu (16/1).

Saat itu, Haris mengatakan, dengan berlayarnya kapal feri ini membawa angin segar pada moda transportasi di masyarakat.

Apalagi kehadirannya memang dibutuhkan, mengingat hadirnya kapal menjadi penyambung mata rantai untuk penumpang pesawat Wings Air maupun masyarakat di Jemaja.

”Kapal ini tidak hanya mengangkut penumpang pesawat saja, namun juga masyarakat yang akan datang maupun pergi dari kota Tarempa,” kata Abdul Haris, Rabu (16/1).

Dia melanjutkan, mulai terbukanya akses transportasi ini membuat orang tidak akan segan mau datang ke Anambas karena khawatir dengan transportasi. Apalagi kapal yang ada saat ini cukup besar, dapat menampung banyak penumpang serta mengarungi ombak perairan Anambas.

Baca Juga :  Pemda Sampaikan Nota Keuangan Rp1,2 Triliun

”Harapan kita, kapal ini dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan mampu menjadi penyambung mata rantai antar moda di daerah ini,” tuturnya.

Sementara itu, M Nasrul Arsyad pengusaha kapal mengatakan, kapal Mv Ceria Indomas memiliki 160 Sit penumpang jauh lebih besar dan lebih mewah dari pada kapal cepat (Speedboat) SB Rezeki yang sebelumnya melayani rute Tarempa-Letung PP.

”Kapal ini desainnya lebih baik, dan lebih mewah serta lebih banyak menampung penumpang,” ucap dia. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here