Penundaan Kenaikan PPJU Tunggu Kajian

0
392
PJU Batam belum mengalami kenaikan karena kondisi ekonomi sedang melemah.f-istimewa/jpg

BATAM – Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengakui sudah menerima permintaan penundaan kenaikan Pajak Penerangan Jalan Umum ( PPJU). Namun, karena kenaikan PPJU diatur dalam Perda, maka perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut. Setelah itu DPRD bisa mengeluarkan rekomendasi.

Namun secara prinsip, pihaknya setuju karena dampaknya akan mengurangi beban masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Jumat (25/1) di Gedung Dewan. ”Harapannya minggu depan sudah ada rekomendasi. Asal regulasi memungkinkan dan tidak ada persoalan, tidak ada masalah (menunda). Karena tujuannya mengurangi beban masyarakat,” beber dia.

Baca Juga :  PLN Minta Dukungan Kemenhub

Dijelaskan Nuryanto, penundaan sudah dilakukan satu tahun terkait kenaikan PPJU yang awalnya dijadwalkan bertahap. Sesuai Perda, karena penundaan dilakukan tahun 2018, maka sudah menjalankan sekarang. ”Namun Pemko meminta ditunda karena indikator inflasi tinggi. Surat sudah diterima,” kata Nuryanto.

Pimpinan dewan dijadwalkan, minggu depan sudah mengeluarkan surat kepada komisi, untuk memberitahukan, dilakukan pembahasan. Pembahasan dimaksud, untuk mengkaji aturan yang memperbolehkan penundaan. Dan diminta untuk segera diserahkan ke pimpinan.

”Agar jadi dasar rekomendasi, untuk sepakat atau tidak penundaan. Komisi I juga akan mengkaji, apa ini menyalahi atau tidak? Karena ini kan sudah masuk Perda,” imbuhnya.

Baca Juga :  Calon Siswa Ditampung Tanpa Zonasi

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, penundaan diajukan, melihat kondisi ekonomi Batam. Ekonomi dinilai masih belum stabil, sehingga perlu perpanjangan atas penundaan kenaikan PPJU.

”Kita minta hingga satu semester untuk memberikan stimulan,” jelas dia.

Sebelumnya, akhir tahun 2017, Pemko Batam bersama DPRD Batam, menunda kenaikan tarif PPJU, untuk tahun 2018. Di mana, saat ini PPJU masih 6 persen dan direncanakan naik menjadi 10 persen. Namun karena kondisi perekonomian rencana kenaikan kembali diusulkan ditunda untuk kedua kalinya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here