Penundaan Pencairan ADD Bikin Kades Gelisah

0
558
Diki Kusniadi

NATUNA – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Natuna gelisah, lantaran anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan ke-4 tidak kunjung cair. Sementara, dari dana itu, desa harus membayar Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa dan biaya operasional selama dua bulan.

Kepala Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah Sariyah mengatakan, pihaknya belum mendapatkan kejelasan dari Pemkab Natuna terkait pencairan dana ADD triwulan ke-4 itu. Sebab, hingga Jumat (29/12) dana tersebut belum juga masuk ke kas desa.

”Dana itu tidak cuma untuk siltap, maupun operasional kantor saja. Kita juga perlu untuk membiayai kegiatan fisik, yang progresnya sudah tahap finishing,” kata Sariyah, di kantor desa Air Lengit, Jumat (29/12).

Saat ini kata Sariyah, pihak desa hanya bisa menunggu informasi dari Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Natuna terkait kepastian pencairan dana ADD triwulan IV.

”Kita terus memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa saat ini ADD belum masuk kas desa. Untuk kegiatan fisik, kita tetap lanjutkan dengan mencari dana talangan. Kalau untuk siltap, kita terpaksa nunggu pencairan,” tutupnya.

Sementara Kepala BPKPAD Natuna Diki Kusniadi membenarkan, bahwa dana ADD triwulan IV belum disalurkan ke kas desa pada bulan Desember ini. Hal itu dikarenakan adanya peraturan Menteri Keuangan (Menkeu) nomor 187, yang mengatur bahwa alokasi dana triwulan ke-4 dilaksanakan bulan januari 2018.

”Total keseluruhan ADD yang belum terbayarkan Rp 33 miliar. Kalau ada desa yang sudah terlanjur membangun, tidak jadi masalah. Karena bisa dibayar bulan Januari tahun depan,” jelasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here