Penyakit Birokrasi dan Terapinya

0
1181
Vellya Saftri

Oleh: Vellya Saftri
Mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi Negara UMRAH Tanjungpinang

Birokrasi merupakan suatu bentuk organisasi yang penerapannya berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai.

Birokrasi ini dimaksudkan sebagai suatu sistem otorita yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai macam peraturan. Birokrasi ini dimaksudkan untuk mengorganisasi secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh orang banyak.

Birokrasi tidak hanya dikenal dalam organisasi pemerintah, akan tetapi juga pada semua organisasi besar, seperti organisasi militer dan organisasi-organisasi niaga.

Dengan demikian, birokrasi dapat dilihat pada setiap bentuk organisasi modern yang dihasilkan oleh proses rasionalisasi.

Setiap aktivitas yang menuntut koordinasi yang ketat terhadap kegiatan-kegiatan dari sejumlah besar orang dan melibatkan keahlian-keahlian khusus, maka satu-satunya peluangnya itu dengan mengangkat atau menggunakan organisasi birokratik.

Alasan penting untuk mengembangkan organisasi birokratiknya itu senantiasa didasarkan hanya pada keunggulan teknis dibandingkan dengan bentuk organisasi lainnya.

Indonesia umumnya bermuara pada penilaian bahwa birokrasi di Indonesia tidak netral. Kenyataan tersebut tidak dapat dipungkiri, apalagi melihat praktik sehari-hari dimana birokrasi terkait dengan lembaga lainnya.

Oleh karena itu, birokrasi pemerintah tidak mungkin dipandang sebagai lembaga yang berdiri sendiri, terlepas dari lembaga-lembaga lainnya.

Kondisi birokrasi Indonesia yang masih mencorak patrimonial, adalah merupakan benang sejarah yang perlu diperhatikan dengan seksama. Dalam perkembangan ke arah modernisasi menuntut adanya peningkatan kualitas administrasi dan manajemen.

Selain itu, dalam menghadapi kondisi saat ini dan menjawab tantangan masa sekarang, birokrasi Indonesia diharapkan mempunyai karakteristik yang mampu bersifat netral, berorientasi pada masyarakat, dan mengurangi budaya patrimonial dalam birokrasi tersebut.

Fenomena serangan penyakit atau patologi administrasi khususnya di Indonesia sudahhampir merata, hampir di seluruh jenis dan tingkat birokrasi telah dilanda penyakit tersebut bahkan sampai di tingkat pelayanan administrasi yang paling bawah sekalipun.

Seperti sekolah, Rukun Tetangga dan Rukun Warga pun tak luput dari dasyatnya penyebaran patologi administrasi. Oleh karena itu adanya patologi administrasi perlu dikenali untuk dapat menghadapi berbagai tantangan yang mungkin timbul baik bersifat politik, ekonomi, sosial, budaya dan teknologi.

Selama ini seringkali mendengar banyak istilah terapi mulai dari terapi menulis, terapi bermain, terapi hiburan, terapi musik, dan masih banyak lagi. Namun apakah kita tahu apa arti sebenarnya dari terapi itu sendiri?

Terapi yaitu treatment yang diartikan sebagai perawatan atau pengobatan. Tindakan perawatan pemulihan atas penyakit atau cedera apapun yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi yang terganggu ke fungsi normalnya. Terapi tentunya bertujuan untuk memberikan efek positif.

Penyakit birokrasi yang sudah sangat dikenal dan dirasakan masyarakat yaitu ketika setiapmengurus sesuatu di kantor pemerintah, pengurusannya berbelit-belit, membutuhkanwaktu yang lama dan biaya yang besar, pelayanannya kurang ramah, terjadinya praktik kolusi, korupsi dan nepotisme dan lain-lain.

Sedangkan penyakit birokrasi yang lebihsistemik banyak sebutan yang diberikan terhadapnya yaitu antara lain; politisasi birokrasi, otoritarian birokrasi.

Tentunya, untuk mengatasi berbagai penyakit (masalah) birokrasi, haruslah dimulai dari pusat sistem tersebut, yakni manajemennya. Denganmemperbaiki manajemen birokrasi diharapkan tujuan birokrasi yang sesungguhnya, yakni memberikan pelayanan maksimal terhadapmasyarakat bisa tercapai tanpa harus memboroskan sumber daya.

Selain itu, kita memerlukan badan pengawas kinerja birokrat yang efektif.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here