Penyebar Hoax Minta Maaf di Polsek Siantan

0
536
Saudari T ketika meminta maaf dan didampingi Kapolsek Siantan AKP Jefri Syam di Makopolsek

ANAMBAS – Terkait penyebaran informasi bohong tidak terjadi di wilayah Indonesia lainnya saja, namun terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bekerja di kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Anambas telah mengakui dan meminta maaf kepada seluruh warga yang merasa di rugikan di dampingi Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) dan jajarannya di Makopolsek Siantan, Senin (5/11) pagi.

Kapolsek Siantan AKP Jefri Syam mengatakan, setelah dilakukan penulusuran dan penyelidikan tekait informasi tentang penculikan anak yang beredar di media sosial di sejumlah group Whatshap di Anambas, salah satunya di group Whatshap Sekwan DPRD, maka di temukan seorang wanita anak satu bekerja sebagai PTT yang pertam menyebarkan informasi bohong tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan tentang isu yang beredar di kalangan masyarakat Tarempa, maka di temui wanita ini yang beranak satu dan telah melakukan penyebaran informasi bohong pertama yang menyebarkannya,” ungkap Jefri Syam selaku Kapolsek Siantan melalui kenferensi presnya di hadapan sejumlah wartawan, Senin (5/11).

Dalam hal ini saudari T atau penyebar hoax ketika dimintai keterangan oleh penyelidik dan telah diakuinya dan oleh sebab itu maka saudari T dipanggil di kantor Polsek dan hari ini ia ingin melakukan pernyataan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa di rugikan terutama kepada seseorang tukan rotan yang disangkakan sebagai pelaku penculikan di informasi hoax itu.

“Pelaku penyebar hoax mengucapkan permintaan maaf secara langsung di depan wartawan atas kesalahan dirinya yang telah melakukan penyebaran berita bohong. Kenapa demikian, agar wartawan bisa menyampaikan berita terkait permintaan maafnya kepada pihak yang bersangkutan dimanapun berada khususnya yang disangkakan,” jelas dia.

Penjelasan dari pelaku informasi bohong tersebut, awalnya hanya sekedar ingin memberitahukan kepada ibu-ibu rumah tangga yang ada di group whatshap Sekwan DPRD Anambas saja, agar dapat lebih menjaga dan mengawasi anak-anak ketika berada dirumah maupun pergi keluar rumah.

Ia juga tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini dan bahkan harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pelaku merasa bersalah dan menyatakan penyesalannya melalui permintaan maaf.

“Saya hanya menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar dapat lebih bijak menggunakan smarphone dan jangan menyebarkan informasi bohong, “jelas dia. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here