Penyebaran Narkoba Semakin Mengancam Generasi Muda

0
2590
Sri Astuti

Oleh: Sri Astuti
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMRAH

Narkoba singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Bila ditarik dari histori penggunaan narkoba sesungguhnya adalah satu tipe obat penghilang rasa sakit yang telah dikenal sejak 50.000 tahun yang lalu. Narkoba merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Oleh karena itu, Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Di Indonesia, penyebaran narkoba semakin hari semakin meningkat. Terdapat tiga jenis narkoba yang paling banyak beredar di Indonesia yaitu ganja, sabu-sabu, dan ekstasi. Menurut BNN, sebagian besar ganja yang beredar di Indonesia berasal dari Aceh. Sebagian kecil ganja berasal dari Papua. Adapun sabu-sabu umumnya berasal dari China dan Iran. Sedangkan Ekstasi berasal dari Eropa. Berbagai cara dilakukan sindikat lintas negara, untuk memasukkan narkoba ke Indonesia, baik melalui darat, laut dan udara.

Penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa di cegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Para pelaku kejahatan ini adalah para Sindikat yang sangat profesional dan militan. Kegiatan operasionalnya dilakukan secara konsepsional, terorganisir dengan rapi, sistematis, menggunakan modus operandi yang berubah-ubah, didukung oleh dana yang tidak sedikit dan dilengkapi dengan alat serta peralatan yang berteknologi tinggi dan canggih.

Saat ini penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) tidak hanya di kalangan dewasa saja melainkan sudah tersebar di kalangan generasi muda (remaja) hal ini kian mengkhawatirkan dan dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba tahun 2017 sebanyak 27,32 persen mahasiswa dan pelajar dari jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba, khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam.

Tingginya penggunaan narkoba di kalangan pelajar disebabkan dua faktor, yaitu dari dalam dan dari luar. Faktor dari dalam biasanya, anak-anak remaja seringkali menggunakan narkoba sebagai bentuk pelarian dari berbagai masalah. Selain itu, faktor dari luar juga sangat berpengaruh. Banyak anak-anak yang terjebak kedalam pergaulan bebas yang salah. Mereka menjadikan narkoba sebagai bagian dari salah satu lifestyle atau gaya hidup sehari-hari.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP.

Pemerintah harus lebih pro aktif dalam memberantas peredaran Narkoba di Indonesia, sebab perlahan cara yang digunakan oleh para pengedar narkoba juga semakin canggih dan terorganisir. Begitu juga dengan pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri.

Oleh sebab itu, peran aktif pemerintah dan petugas yang berwenang serta peran orang tua harus lebih ditingkatkan demi untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh dimasa yang akan datang agar tidak terkontaminasi narkotika. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here