Penyelundupan Baby Lobster Rp37 M Digagalkan

0
42
Penyeludupan baby labstor yang diamankan, diperlihatkan kepada pers, Rabu (13/3) di Batam. F-MARTUA/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Lima sindikat lobster di Singapura mencoba menyeludupkan baby lobster dari Indonesia. Satu diantara bandar yang dilaporkan memodali 15 orang Indonesia. Salah satunya di Batam.

Modal yang dikeluarkan sekitar Rp500 miliar untuk 15 penyelundup dan salah satunya di Batam dengan baby lobster yang diungkap senilai Rp37 miliar.

Kaki tangan bandar Singapura itu, diungkapkan Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu (SKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riza Friatna, Rabu (13/3) di Batam. Disebutkan, 15 orang Indonesia yang diberdayakan, mengumpulkan baby lobster.

”Ada lima sindikat dengan kode sendiri. Lima ini, bandar dari Singapura. Ada satu bandar yang memodali 15 orang di Indonesia,” katanya saat ekspose pengungkapan penyeludupan baby lobster di Batam.

Walau berhasil mengungkap baby lobster yang akan diselundupkan ke Singapura, namun pelaku berhasil kabur. Diduga, baby lobster yang diamankan, merupakan pesanan bandar yang beroperasi di wilayah pantai Timur Sumatera, salah satunya wilayahnya di Batam.

”Itu data yang kita peroleh, tapi kita belum bisa bertindak dari data ini. Perlu OTT dulu. Modalnya besar sekali. Ada ada bermodal Rp17 miliar hingga Rp 250 miliar. Totalnya ada Rp500 miliar,” sambungnya.

Pihaknya diakui akan terus mengembangkan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Termasuk di Lampung dilakukan pengembangan. ”Bisa juga masuk ke wilayah Riau, Kuala Enok dan sudah tiga kali kita nangkap di Tembilahan,” beber Riza.

Menurutnya, pelaku penyelundup yang dimanfaatkan bandar dari Singapura, merupakan pemain lama. Indikasi itu terlihat dari kodenya sama dengan tangkapan sebelumnya di Jambi.

”Ada inisial A dan Y. Kodenya kita yakini milik satu orang. Ini juga mungkin berhubungan dengan pembayaran dan kepercayaan,” imbuhnya.

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I sendiri, berhasil menggagalkan penyelundupan Baby Lobster di Perairan Sugi Batam.

Danlantamal IV Laks Pertama Arsyad Abdullah mengatakan, pengungkapan upaya penyeludupan baby lobster dilakukan Tim gabungan F1QR Koarmada I. Mereka berhasil menangkap penyeludupan Baby Lobster dari Batam ke Singapura menggunakan speedboat. Dari penangkapan terhadap speedboat tersebut di peroleh barang bukti baby lobster.

”Ada 44 kotak sterofoam coolbox diperkirakan berisi kurang lebih 264.000 ekor,” katanya.

Diakuinya, keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini berkat informasi intelijen di lapangan yang diperoleh. Selanjutnya Tim F1QR bergerak adanya informasi penyeludupan baby lobster dari Wilayah Batam ke Singapura menggunakan speedboat.

Berdasarkan informasi tersebut Tim F1QR segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terlihatnya speedboat yang melaju kencang di sekitar Perairan Sugi Batam yang mengarah ke Singapura. Pengejaran segera dilakukan oleh Tim F1QR dengan menggunakan dua speedboat mulai dari Perairan Sugi sampai di Perairan Teluk Bakau. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here