Penyertaan Modal BUMDes Capai Rp 2,7 M

0
291
TINJAU DESA: Ketua Komisi II DPRD Bintan Zulfaefi dan anggota Komisi I Azman meninjau daerah pedesaan di Kecamatan Bintan Pesisir, bersama Bupati Bintan H Apri Sujadi, baru-baru ini. f-istimewa/kominfo bintan

BINTAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, Kabupaten Bintan telah membentuk 30 BUMDes, sampai November 2017 lalu. Dari 30 BUMDes itu, penyertaan modal sudah mencapai Rp 2,7 miliar.

Menurutnya, jumlah BUMDes dan nilai penyertaan modal itu menunjukkan angka yang signifikan dibandingkan pada tahun 2015, yang hanya memiliki 3 BUMDes. Sedangkan pada tahun 2016, Kabupaten Bintan memiliki 17 BUMDes, dengan penyertaan modal desa sekitar Rp 1,2 miliar.

Sampai saat ini, desa yang belum membentuk BUMDes itu antara lain Desa Pengikik, Desa Mentebung, Desa Kampung Melayu, Desa Batu Lepuk di Kecamatan Tambelan. Kemudian, Desa Gunung Kijang, dan Pulau Dendun (Mantang).

”Untuk tahun 2018, BUMDes diharapkan lebih berkembang dengan kegiatan swakelola. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan untuk desa tersebut,” ujarnya Ronny Kartika, kemarin.

Bupati Bintan, H Apri Sujadi menyampaikan, pemerintah pusat kembali memberikan perhatian terhadap pembangunan desa, pada tahun anggaran 2018 mendatang. Berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018, transfer daerah dan Dana Desa se-Indonesia sebesar Rp 766,2 triliun. DIPA tersebut merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berjumlah Rp 2.220,7 triliun.

Dari anggaran tersebut, Provinsi Kepri menerima Rp 6,997 triliun. Dari jumlah itu, Bintan menerima Rp 702 miliar. Pada saat Rakornas, pemerintah pusat mengharapkan efisiensi belanja operasional di pemerintah daerah. Pemerintah pusat menginginkan agar Dana Desa dari bantuan pusat, dapat digunakan secara swakelola melalui program padat karya. ”Salah satunya melalui pengelolaan di BUMDes,” ujar H Apri Sujadi. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here