Penyidik Panggil Pejabat Soal Mikol Ilegal

0
710
PETINGGI Kodim 0315/Bintan saat memeriksa mikol ilegal yang diamankan di Batu 7 Tanjungpinang, baru-baru ini.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan bakal menetapkan tersangka dalam kasus 1.000 kardus minuman beralkohol (mikol) yang ditangkap Kodim 0315/Bintan, beberapa waktu lalu.

PPNS-DAG Direktorat Tertib Niaga Ditjen PKTN, Setia Kurniawan mengatakan, kasus miras ini terus lanjut. Pihak Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI masih melakukan penyidikan kepada terduga pemilik miras.

”Kemarin para saksi yang ada di Pulau Bintan sudah diperiksa, kini penyidikan dilanjutkan di Kemendag,” katanya Minggu (7/1).

Setiawan menyebutkan, untuk nama pemilik, dirinya belum bisa menyebutkan. Karena dirinya hanya memfasilitasi penyidikan yang dilakukan pihak Dirjen Perdagangan. Setelah selesai pemeriksaan akan diungkap ke publik siapa pemilik miras tersebut.

Baca Juga :  Mencari Ketua Umum Baru Kadin Tanjungpinang

”Pemeriksaan para saksi dilanjutkan di Jakarta. Sampai saat ini, lebih dari 10 orang saksi sudah diperiksa. Sementara untuk penetapan tersangka juga secepatnya bakal ditetapkan,” sebutnya.

Untuk keberadaan miras ilegal tersebut, Setia Kurniawan menuturkan, pihak Dirjen Perdagangan menitipkan di tempat yang aman di Kodim 0315/Bintan dan disegel dan pihak Kodim yang menjaganya. Tidak boleh masuk karena disegel gemboknya.

Sebelumnya, Penyidik Kementerian Perdagangan (Kemendag) memanggil instansi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang untuk diperiksa sebagai saksi. Namun Bea Cukai tidak memenuhi panggilan penyidik.

Baca Juga :  Sepatu Terlalu Besar, Ternyata Ada Narkoba

Direktorat Tertib Niaga, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Republik Indonesia Syahrul Mamma mengatakan, kerugian negara atas upaya penyeludulan mikol yang diamankan Kodim dari sebuah gudang di Km 7 Tanjungpinang beberapa dua pekan lalu itu mencapai Rp 7 miliar.

Dari perhitungan yang dilakukan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindag Bintan dan Kodim 0315/Bintan selaku pihak yang mengungkap kasus ini, PKTN menghitung sebanyak seribu karton mikol berbagai merek yang tidak memiliki izin impor.

”Seluruh barang (mikol) diduga tidak memiliki perizinan kegiatan importasi sehingga melanggar pasal 106 UU nomor 7/2014 tentang Perdagangan yang pelakunya bisa dikenakan hukuman 4 tahun atau denda sebesar Rp 10 miliar,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Mantan Polisi

Syahrul menjelaskan, 1.000 karton mikol yang diamankan tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Permendag nomor 20/M-DAG/PER/4/2014, dimana setiap importir mikol harus mendapat penetapan untuk melakukan kegiatan impor mikol berupa importir terdaftar mikol atau disingkat IT-MB. Demikian pula peredaran dan penjualannya.

”Kami akan tegas dalam mengawasi impor dan peredaran mikol. Tak ada kompromi bagi importir yang tidak taat aturan,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here