Penyuluh Agama Berikrar Tolak Radikalisme

0
497
FOTO bersama di acara BNPT dan FKPTdi Hotel Aston Karimun, kemarin. F-ISTIMEWA

KARIMUN – Kegiatan dan pelatihan penguatan kapasitas penyuluh agama yang digelar Badan Nasional Pencegaan Teroris (BNPT), dan bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri, Rabu (15/8).

Kegiatan itu diikuti lebih dari seratus penyuluh agama. Acara yang digelar di Hall Hotel Aston Kabupaten Karimun ini, menghadirkan pejabat BNPT Republik Indonesia Letkol Setyo Pranowo.

Di Pembukaan kegiatan ini, juga digelar pembacaan ikrar bersama para penyuluh dan ormas agama yang dipimpin Ustaz Fitriansyah.

Letkol SetyoPranowo dalam materinya menekankan ada banyak cara mengantisiapsi, munculnya radikalisme dan terorisme di antaranya jika belajar agama mesti belajar dengan ahlinya. Di hadapan ratusan penyuluh agama dan ormas keagamaan.

Setyo Pranowo juga menekankan, agar penyuluh dan kita semua selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

”Terorisme di Indonesia belum surut. Pelakunya sangat mahir di bidang cuci otak. Penyuluh agama agar dapat menghadapi cara mencegah paham radikalisme, dengan ceramah agama, pendekatan lunak sangat dibutuhkan. Dengan bersatu, Insya Allah terorisme akan bisa kita lawan,” kata Setyo Pranowo dalam pemaparan materinya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun Drs Lukman M Pdi dalam pemaparannya menyebutkan, untuk di Kemenag Karimun sendiri ada 467 fungsional dan honorer penyuluh agama yang selalu menjalankan penyuluhan agama dan pembangunan.

”Peran para penyuluh ini juga mereka-mereka ini, meliputi perannya sebagai tempat kunsultasi serta memberikan advokasi,” ucap Lukman.

Sementara itu, Kepala Bidang Agama FKPT Provinsi Kepri Edy Akhyari M Si menyebutkan, setiap tahun FKPT bersama BNPT selalu melakukan pendekatan melalui berbagai kegiatan.

”Untuk tahun ini saja, kegiatan ini merupakan kegiatan yang ketiga FKPT Provinsi Kepri. Dua di antaranya susah digelar di Batam dengan sasaran kalangan yang berbeda-beda,” ucap Edy Akhyari lebih lanjut.

Sementara itu, Sekretaris FKPT Kepri Drs Indra Syahputra menyebutkan, kita sudah menyepakati bahwa radikalisme dan terorisme merupakan musuh yang harus kita lawan bersama-sama.

”Radikalisme dan terorisme tidak boleh tumbuh di wilayah Provinsi Kepri, karena merusak tatanan bernegara dan mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama. Pencegahan radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama segenap elemen masyarakat yang ada di Kepri,” sebutnya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here