Peralatan Sembayang Mulai Mahal

0
134
Warga Tionghoa melaksanakan sembayang di Vihara di Jalan Merdeka Tanjungpinang. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Warga keturunan Tionghoa di Tanjungpinang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan peralatan khusus untuk sembahyang. Seperti uang-uang kertas, replika emas dan perak.

Selain itu, hio (dupa) dan lilin. Tidak hanya sulit, meskipun ada barangnya tapi harganya sangat mahal. Harganya naik signifikan karena stok berkurang.

Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Tionghoa Tanjungpinang, Beni, juga mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, kemarin.

”Warga kita sudah mulai kesulitan memperoleh alat tradisi sembayang seperti uang-uang kertas, replika emas dan perak. Selain itu, dupa dan lilin,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, para pedagang tidak bisa memasukan alat tradisi sembayang tersebut langsung dari Tiongkok. Ia heran dari Batam bisa masuk dari Tiongkok langsung. ”Yang membuat mahal karena kita dari Tanjungpinang tidak bisa datangkan langsung dari Tiongkok. Harus via Batam dulu,” ujarnya.

Dari Batam, sambung dia, alat tradisi sembayang tersebut baru bisa ke Tanjungpinang kalau pengusaha membeli di Batam.

Nah, dari Batam ke Tanjungpinang para pengusaha harus mengeluarkan biaya transportasi lagi. Jadi, sampai di Tanjungpinang harganya sudah mahal.

”Kita harapkan ada kebijakan baru, supaya barang tersebut bisa langsung didatangkan dari Tiongkok langsung. Inikan untuk dipakai ibadah, bukan untuk dipakai macam-macam,” ujarnya.

Ia berharap, ada kebijakan baru yang dilakukan oleh pemerintah terkait, supaya alat tradisi sembayang, persedianya ada dan harga tidak mahal.

Kalau mahal ditengah situasi ekonomi seperti saat ini, pasti yang dirugikan masyarakat khusus warga Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here