Peralihan Cuaca, Picu Naiknya Harga Sayur

0
687
MENIMBANG SAYUR: Salah satu pedagang di Pasar Bincen, Yudi sedang menimbang sayur untuk dijualnya.f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hujan yang terus mengguyur beberapa bulan terakhir ini menyebabkan beberapa harga komoditas sayuran tidak stabil. Seperti yang terlihat di Pasar Tradisional Bestari Bincen, Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan salah satu pedagang sayur Bincen, Yudi kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (8/10) saat disambangi di kios miliknya. Dia contohkan, harga sayur timum kini Rp 28 ribu, dari sebelumya hanya Rp 5 sampai Rp 6 ribu per kilo. Kenaikan sekitar Rp 22-23 ribu per kilonya.

”Faktor cuaca, jadi petani menjual ke pemasoknya sudah mahal. Kita sering dapat komplain karena apa-apa sedang naik. Tapi mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Sedangkan beberapa sayur lainnya juga mengalami kenaikan, hanya saja tidak terlalu tinggi. Sekitar Rp 2-10 ribu per kilo. Seperti harga sayur sawi pahit, kacang panjang, gambas dan peria hanya dari harga awalnya hanya Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilo.

Baca Juga :  Peserta Audisi Liga Dangdut Membeludak

”Kalau sayur kangkung naik Rp 3 ribu, dari harga sebelumnya Rp 7 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilo,” kata Yudi.

Sedangkan harga sayur sawi hijau, sawi minyak, dan sawi manis naik Rp 4 ribu per kilo. Dari harga sebelumnya hanya Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilo.

Untuk harga sayur bayam naik kisaran Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilo.
Harga sayur bayam naik Rp 14 ribu dari sebelumnya hanya kisaran Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilo. ”Harga sayur kita jual di sini pada naik,” ucap dia.

Baca Juga :  Danlantamal Ajak Mempertebal Semangat Kebangsaan

Meskipun naik, tidak pengaruh dengan jumlah penjualan sayur yang dijual, karena tetap dibeli masyarakat.

”Alhamdulillah-lah. Karena sayurkan salah satu kebutuhan kita sehari-hari untuk dikonsumsi,” sebut dia sambil melayani konsumen yang beli sayur yang dijualnya.

Begitu juga yang disampaikan pedagang lain, bahwa sayur sedang mengalami kenaikan harga. Meski demikian penjualan masih tetap ada, hanya saja jumlahnya tidak begitu banyak.

”Laku juga kalau sayur, namun jumlah transaksi yang dijual tidak begitu banyak,” paparnya.  ”Mau bagaimana lagi, musim hujan sudah resiko beberapa jenis sayuran melonjak. Pembeli pun karena butuh ya tetap saja dibeli,” tambahnya lagi.

Baca Juga :  Advertising Kebanjiran Orderan Spanduk di Bulan Ramadan

Meski kerap mendapat komplain dari pelanggannya, tetapi penurunan omzet tidak terjadi. Pasalnya sudah menjadi kebutuhan utama terutama bagi pengusaha kuliner seperti pedagang bakso dan lain sebagainya.

Ia memprediksi harga sayur belum normal sampai akhir tahun mendatang. Mengingat, cuaca kini memasuki musim hujan yang membuat hasil pertanian tidak efektif.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here