Peran FKUB Makin Besar, Siapkan Anggarannya

0
209
ANGGOTA DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M Sitohang (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Ketua Asosiasi FKUB Indonesia saat acara Konferensi FKUB Nasional di Kalimantan Utara, kemarin. f-istimewa

KALTARA – Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) makin besar dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Karena itu, asosiasi FKUB Indonesia meminta agar Pemprov dan Pemko/Pemkab menyediakan anggaran operasional dan kegiatan FKUB di daerahnya masing-masing di APBD.

Hal ini disampaikan saat Konferensi Nasional FKUB yang digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada 5-7 September 2018.

Dari Tanjungpinang ikut hadir anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M Sitohang mendampingi pengurus FKUB Tanjungpinang yang dipimpin KH Zubad Akhadi Muttaqien. Ikut juga KH Zubad Sekretaris FKUB Tanjungpinang, Acin Ibnu Sina dan staff FKUB Hamas Muslim Suni.

Dari pertemuan yang diikutinya, Petrus menyampaikan, semua pembicara menyebutkan bahwa munculnya kesadaran bersama di era digital ini ada tantangan yang lebih besar untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Karena itu, peran FKUB makin besar. Karena keragaman suku, agama, bahasa budaya dan letak geografis Indonesia sangat rentan dengan upaya untuk memecah bangsa ini dari pihak-pihak yang tidak menyukai keutuhan Indonesia dengan 4 pilarnya yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Tantangan menciptakan toleransi makin berat karena besarnya pengaruh negatif yang dibawa oleh media sosial dan teknologi informasi dalam menyebarkan berita-berita hoax, ungkapan permusuhan dan kebencian.

”Mayoritas bangsa kita masih mudah terpengaruh oleh berita-berita negatif yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya,” jelasnya mengulang pernyataan para narasumber.

Oleh karena itu para narasumber sepakat bahwa peran FKUB untuk memelihara dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia dirasakan semakin penting. FKUB diharapkan tidak menjadi semacam ‘pemadam kebakaran’ yang dibutuhkan saat insiden atau bencana terjadi.

Tetapi FKUB harus menjadi perawat dan pembangun kesadaran kolektif di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Bahwa keragaman dalam suku, bahasa, budaya agama dan kepercayaan adalah rahmat, keindahan dan kekuatan bangsa ini, bukan sebaliknya.

”Oleh karena itu kita harus mensyukuri keragaman kita dan merawatnya,” pesannya.

Ia juga mengatakan, saat ini Pemko Menado sudah menganggarkan Rp2,5 miliar untuk FKUB. Sehingga FKUB Menado bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mempererat antarumat beragama di daerah itu.

Anggaran untuk FKUB juga diatur dalam Peraturan Bersama menteri seperti disampaikan Direktur Organisasi dari Kemendagri yang hadir dalam konferensi nasional itu.

Pesan moral lain yang disampaikan oleh narasumber saat itu adalah, jangan memperbanyak akun di media sosial jika untuk menyebar hoaks dan ujaran kebencian.

Pertemuan masih berlanjut hari ini dengan presentasi dari Menteri Agama RI dan Imam Besar Masjid Istiqlah Nasaruddin Umar. Saat itu, Petrus juga menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here